Laman

Kamis, 08 Desember 2011

kupu patah

masih tak ada judul,

kupu-kupu pun tampak jadi kunang-kunang.

untunglah, aku berkenalan dengan senyum mereka di tengah sesak yang makin menjadi ini.

hai, apa kabar?

frasa ini mungkin membosankan. aku pun.

bisa.

harus bisa.
sulit, tapi bisa.

masih sesak di titik yang sama,
tapi sudahlah ...

"it will be better for us"

Jumat, 26 Agustus 2011

karena ini rencana-Nya

biasanya membuka blogger untuk sekadar mengecek perkembangan artis idola di korea sana. namun malam ini sedikit lain, ada hal beda.

batas.

itu yang kemarin sempat memenuhi batinku hingga sangat dilema.

seberapa tegaskah batas perempuan dan laki" dalam islam?

beberapa hari ini, aku menyendiri. sendiri. sempat sangat gamang bahkan ada momen dimana aku tak menyapa Tuhan. sekadar bertanya inikah ketetapannya? setegas inikah?

tak semua hal patut untuk terkatakan, kan? ada hal yang memang ta perlu bergeser kemana". dipikiran saja cukup karena pikiran mampu menjaga kemurniannya. inilah keputusan yang kuambil dan mungkin akan sulit untuk dinalarkan. ditengah segala warna putih yang bergeser menuju merah muda, ku hentikan proses itu. bukan lagi karena aku tak punya hati (postingan sebelumnya) namun sudah beranjak ke tahap berbeda. Tuhan. klasik, bukan? yah... ada rasa takut yang mungkin tak akan terpahamkan oleh lainnya.

mungkin butuh waktu untuk memahamkan. dan aku masih menunggu waktu yang tepat itu.

insya Allah segala yang bermuara pada keridhaan-Nya akan menghasilkan kekuatan iman Maha Dahsyat.
i do believe that, what about you?

Selasa, 09 Agustus 2011

setahun#1

mungkin dimensi otakku memang sedang gila, atau syaraf-syarafnya tidak terpasang dengan baik.
entah angin apa ini? aku ingin menulis segala yang tak pernah mau kutulis.

aku penyendiri. senang sendiri. dan damai dengan sendiri itu.
selama ini pun masih sama dengan hari kemarin, hingga ada yang mengganjal dan bagiku sesuatu telah berubah.

Tuhan, do'aku kali ini. aku rindu anak-anak. aku rindu bermain dengan mereka. aku rindu berhati baik.

sesuatu yang lenyap tak bersisa akhir-akhir ini.

sedang dia masih sama. tak berubah. masih begitu. dalam setahun ini.

ri

Rabu, 27 Juli 2011

ini itu

karena ada setumpuk kata yang tak perlu dibagi

biarkan terserak. biar saja

karena kata rapi bisa menegaskan hal yang abu

hal benar yang tak diinginkan.

biar saja.

itu

ada rasa yang tak mau kuglobalkan karena alasan privasi.

ada kecewa yang tak ingin kusingkap.

tapi tak mampu ku diam.

sekadar berucap "segala baik. dan baik segalanya"

.Ini menakutkan dan terjadi seakan dejavu yang telah kutebak alirnya.


rasa ini tentang aku, tentang ceritaku, tentang mata kacaku. tentang ku saja.
tak perlu lain.

ini

Malam ini pun seharusnya beda, seharusnya tenang.

t a k u t,

tak ada niat menguntai rasa itu.

Tanpa salah
Tanpa ragu
Tanpa permisi

Dan malam pun perlahan hadir.

Kamis, 30 Juni 2011

(Wawancara Eksklusif) Hamid Awaluddin : Rusia Pun Sudah Lupa Marxisme

Ada sedikit keraguan untuk menemui Bapak Prof. DR. Hamid Awaluddin sesaat setelah ia membawakan materi pada Kuliah Umum berjudul "Islam dan Hubungan Bilateral Indonesia-Rusia". Penulis mengalami berbagai macam perasaan yang sebenarnya bermakna minder. Setelah mencari kesana kemari, penulis mendapat informasi bahwa Bapak Hamid Awaluddin berada di ruang Rektor UIN Alauddin Makassar. Beliau berbincang santai dengan petinggi rektorat bersama Dirut PT. Semen Tonasa.

Dubes berbincang bersama Rektor UIN Alauddin dan Dirut PT. Semen Tonasa

Perbincangan yang tertutup tersebut berlangsung beberapa menit. Dan penulis sama sekali tidak diperkenankan memasuki ruangan, Alhamdulillah Bapak Ali, asisten Rektor, bermurah hati membagi hasil fotonya kepada penulis. Tentu saja ini pun tak mudah karena penulis harus meminta izin berupa nota persetujuan kepada bagian Humas UIN Alauddin untuk mencegah segala bentuk penympangan dikemudian hari. Nota yang telah diberikan kepada penulis langsung saja diserahkan kepada Pak Ali yang kemudian mempersilakan pegawai untuk memberi soft file-nya. Kak Dian, staf rektorat, juga sangat berperan dalam wawancara ini, ia meminjamkan Flashdisk bagi penulis. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Mantan Mentri Hukum dan HAM ini pun keluar dan dengan sangat ramah menyempatkan penulis untuk mewawancarainya.

Penulis meminta izin wawancara

Berikut petikan wawancaranya :

Penulis : Maaf pak, bisa foto bersama? (prolog)

Bapak Dubes : Oh, bisa. Kalau hanya foto, masa' tidak bisa. (senyum ramah sembari berfoto)

Penulis : Maaf lagi, pak. kalau wawancara sebentar. Bisa? (mulai masuk ke acara inti)

Bapak Dubes : Oh. Itu... yasudah ayo... (sambil mengarahkan penulis untuk keluar ruangan)

Proses wawancara sesaat sebelum Bapak Dubes meninggalkan
UIN Alauddin Makassar

Penulis : Bapak mengatakan bahwa terjadi perkembangan yang sangat signifikan di bidang kedokteran dan teknologi di Rusia, lalu bagaimana dengan ilmu sosial dan politik?

Bapak Dubes : Ilmu sosial dan politik juga sama dengan sains. Semuanya mengalami perkembangan yang baik disana. Karena saat ini perlengkapan Rusia sangat memadai untuk berkembangnya pengetahuan.

Penulis : Saya adalah mahasiswa jurusan Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar yang saat ini baru angkatan ketiga. Bagaimana dengan kesempatan melanjutkan pendidikan kesana?

Bapak Dubes : Oh, sangat baik. Dan sekarang kerjasama pendidikan seperti pertukaran mahasiswa sudah mulai berjalan dengan baik dan lancar. Bahkan saya sudah mulai merancang pertukaran professor.

Penulis : Lalu apakah ada intervensi antara faham komunis yang melekat dengan citra Rusia dengan perkembangan ideologi ilmu sosial dan politik disana?

Bapak Dubes : Oh. Hal seperti itu sudah tidak ada lagi, bahkan cenderung menghilang dari perbincangan masyarakat.

Penulis : Bagaimana dengan pemuda disana? Apakah mereka juga menganggapnya sudah hilang?

Bapak Dubes : Pemuda disana justru tidak mau lagi mengenal kata komunisme atau bahkan Marxisme. Mereka sudah melepasnya dan menyambut pemikiran-pemikiran baru.

Penulis : Baik, terima kasih atas waktunya, pak!

Bapak Dubes : Iya, sama-sama

Penulis : Assalamu 'Alaikum

Bapak Dubes : Wa 'Alaikum Salam (bersegera memasuki lift bersama petinggi rektorat).

Demikian petikan wawancara penulis bersama pejabat sederhana dan ramah ini.
.
Berikut biografi beliau yang penulis kutip dari wikipedia :

Hamid Awaluddin, Ph.D. (lahir di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, 5 Oktober 1960; umur 50 tahun) adalah Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia sejak 8 April 2008. Ia pernah menjadi Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada Kabinet Indonesia Bersatu dari 20 Oktober 2004-8 Mei 2007. Pada 7 Mei 2007, ia digantikan Andi Mattalata lewat sebuah perombakan kabinet tahap kedua yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Presiden, Jakarta.

Ia menempuh pendidikan sarjana hukumnya di Universitas Hasanuddin dan meraih gelar doktor pada tahun 1998 di American University, Amerika Serikat. Sebelum menjadi menteri, Awaludin pernah menjadi anggota Komisi Pemilihan Umum. Saat masih berstatus mahasiswa, ia aktif di Himpunan Mahasiswa Islam Makassar, Sulawesi Selatan. Hamid juga menjadi wakil Indonesia dalam penandatanganan MOU perdamaian dengan Gerakan Aceh Merdeka.


Penulis berfoto bersama Bapak Dubes dan koleganya
sesaat sebelum wawancara

Penulis benar-benar berterima kasih kepada semua pihak atas kesempatan langka ini, insya Allah ini adalah langkah awal penulis untuk menghasilkan berita-berita baik, bermanfaat, dan dapat menginspirasi banyak orang. Sekali lagi, terima kasih.

Terima kasih, Bapak prof. DR. Hamid Awaluddin,
suatu hari saya ingin jadi diplomat seperti, Bapak!

Hamid Awaluddin : Membawa Toleransi Rusia Ke Samata

Kamis, 30 Juni 2011

Bertempat di Lt. 4 Gedung Rektorat UIN Alauddin, berlangsung Kuliah Umum  dengan tema “ Islam dan Hubungan Bilateral Indonesia-Rusia” yang diselenggarakan oleh International Office dengan menghadirkan Duta Besar Indonesia untuk Rusia Prof. Dr. Hamid Awaluddin. “Kegiatan ini bertujuan positif bagi perkembangan hubungan bilateral Indonesia dan Rusia kedepannya, khususnya dalam mengupas perkembangan sejarah dan peradaban Islam di Asia Tengah”, tutur koordinator International Office yang juga Sekretaris Jurusan Ilmu Politik UIN Alauddin ketika ditanya tujuan kegiatan ini.
Bapak Dubes didampingi oleh Rektor UIN Alauddin Makassar

Dengan menggunakan kemeja biru tua polos dan dibiarkan tanpa dasi, penampilan mantan anggota KPU ini memberi kesan yang rileks dan nyaman bagi para audiens yang sebagian besar adalah mahasiswa, dosen, serta jajaran rektorat. “Hubungan Bilateral Indonesia-Rusia telah berkembang dengan sangat pesat. Termasuk di dalamnya perkembangan Islam di Rusia.” tutur beliau yang akrab disapa “Syech Awaluddin” oleh para mufti di Rusia. “ Hal ini,” lanjut beliau “Ditandai dengan pertukaran mahasiswa antar kedua negara, keamanan yang terjamin bagi TKI, kerjasama perbankan syariah, manajemen haji, industri garmen dan pariwisata.”
Bapak Prof. DR. Hamid Awaluddin menyampaikan kuliah umum
didepan civitas akademika UIN Alauddin Makassar

Hubungan bilateral yang semakin baik juga turut memberikan jaminan keamanan bagi  warga Indonesia di Rusia yang selama ini dianggap “terlarang” menginjakkan kaki  di bumi pertiwi. Kini  mereka dapat kembali pulang dan bertemu dengan sanak keluarga tanpa ada tekanan politik setelah berpuluh tahun lamanya berpisah. 

Tampak hadir Dirut PT Semen Tonasa, Sattar Taba (kemeja abu)
pada kuliah umum ini
Sebagai Duta Besar Indonesia untuk Rusia,  putra kelahiran pare-pare, Sulawesi Selatan ini menghimbau agar Indonesia senantiasa menjaga citranya sebagai negara dengan polulasi Islam terbesar dan paling toleran di dunia. Hal ini disampaikannya senada dengan maraknya aksi bom yang ditengarai dilakukan oleh kaum Islam radikal Rusia yang menuntut kemerdekaan (separatis). Namun ditengah hiruk pikuk anarkisme tersebut Indonesia tetap mendapat tempat yang baik bagi masyarakat Rusia sebagai muslim yang inklusif. Hal ini ditekankan oleh Bapak Hamid Awaluddin dalam petikannya berikut ini :

“Rusia akhirnya membuka diri kepada Indonesia, karena kita peduli pada mereka. Seperti itulah hidup, kepedulian kita pada orang lain akan membuka kepedulian orang lain kepada kita”
Hamid Awaluddin, 30 Juni 2011, UIN Alauddin Makassar

(eri)

Selasa, 31 Mei 2011

Wanita Lebih Cepat Dewasa?

TRIBUNNEWS.COM – Dibandingkan dengan kaum laki-laki, wanita memang lebih cepat dewasa. Wanita lebih mudah mengatur kesejahteraan psikologis mereka dibanding laki-laki setelah masa remaja. 

Peneliti dari Departemen Psikologi Univercity of Alberta, Kanada Nancy Galambos mencoba mempelajari bagaimana remaja usia 18 sampai 25 tahun melakukan transisi dari remaja ke dewasa.

Menurut penelitian tersebut dikatakan perempuan memiliki tingkat yang lebih tinggi untuk gejala depresi dan rendah harga diri dibanding laki-laki seusia mereka.

Remaja merupakan tahap transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dengan dewasa secara penuh. Seiring bertambahnya waktu, secara biologis mereka mengalami perubahan menjadi orang dewasa. Tetapi secara emosional bisa jadi tidak sepenuhnya matang.

Hasil lainnya menunjukkan, meskipun mereka sudah menjadi dewasa dan dihadapkan dengan keragaman pilihan hidup, wanita terlihat lebih mudah berdamai dengan diri mereka sendiri ketika menginjak usia 20-an.

Penelitian lainnya yang diumumkan dalam Journal Developmental Psychology menambahkan kalau kemampuan mengatur psikologis dalam diri wanita menjadikan wanita lebih mudah menerima kesetaraan gender yang biasanya bergejolak pada masa remaja.

Saat remaja laki-laki lebih membeda-bedakan mana yang memang pantas dilakukan laki-laki dan mana yang hanya pantas dilakukan oleh wanita.

"Fakta bahwa wanita muda lebih cepat dewasa dibanding laki-laki muda memang sudah sering kita dengar, tapi penelitian ini adalah kejutan yang bisa melengkapi cerita yang ada," ujar Galambos.

Gejala Dehidrasi




SERING merasa haus yang 'amat kering' sampai menjadi lemas? Bisa jadi Anda mengalami dehidrasi. Perlu diketahui seperti apa tanda-tandanya.

Hidrasi dikenali sebagai kondisi terjadinya keseimbangan cairan dalam tubuh dan merupakan sinyal penting untuk menjamin fungsi metabolisme sel-sel tubuh agar tubuh berfungsi optimal. Sedangkan dehidrasi, proses kehilangan cairan dari dalam tubuh.

Untuk mengganti cairan tubuh yang hilang di setiap saat, diharuskan mengonsumsi air dalam jumlah yang cukup. Sehingga, keseimbangan cairan tubuh (hidrasi) tercapai. Kebutuhan akan cairan tubuh dapat dipenuhi dari minuman (selain dari air minum, dapat juga diperoleh dari jus, teh, kopi), termasuk dari makanan (buah dan sayuran serta hidangan makanan yang berkuah.

Pada Pedoman Umum Gizi Seimbang disebutkan orang dewasa (di Indonesia) disarankan minum minimal 2 liter atau 8 gelas air setiap hari. Itu untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh serta menjaga kesehatan.

Selain karena kurangnya asupan cairan dari minuman dan makanan dibandingkan dengan banyaknya kehilangan cairan, dehidrasi berkaitan dengan kadar garam mineral (terutama Natrium dan Kalium) di dalam tubuh, oleh muntah, diare, demam, penggunaan obat yang menyebabkan banyak kencing, keringat berlebih karena cuaca panas, atau pada mereka yang sedang puasa minum dan makan.

Selain kehilangan air saat beraktivitas sehari-hari, saat tidurpun kita kehilangan air dalam jumlah yang sama banyaknya seperti saat beraktivitas normal sehari-hari. Demikian juga saat cuaca dingin, tubuh membutuhkan air dalam jumlah yang nyaris sama seperti pada cuaca panas.

Tanda-tanda dari dehidrasi adalah rasa haus, air seni sedikit dan pekat, jumlah keringat sedikit, mulut kering, tubuh lemas, hingga kulit yang kehilangan kekenyalannya. Dehidrasi juga dapat menyebabkan tekanan darah menurun, sehingga muncul rasa pusing di kepala ketika berdiri.

Jika dehidrasi semakin berat, dapat memicu penurunan kesadaran sampai kerusakan otak, karena otak adalah organ yang paling sensitif terhadap kekurangan air. Selain itu, kekurangan cairan yang sangat berat menyebabkan kerusakan organ tubuh seperti ginjal dan hati.

Salah satu cara mudah untuk mengetahui status hidrasi seseorang adalah dengan mengecek warna urin yang dikeluarkan. Tingkatan warna urin menunjukkan keadaan dan keseimbangan air dalam tubuh.

Tersedia tabel warna urin yang terdiri dari delapan warna dimulai dari yang berwarna jernih sampai dengan kuning keruh. Bila urin berwarna jernih, menunjukkan status hidrasi tubuh yang baik.

Urin menunjukkan warna orange pekat menunjukkan perlunya tubuh mendapat lebih banyak asupan air segera agar kehilangan cairan tubuh dapat segera diganti dan kondisi cairan tubuh tetap seimbang.

PURI (Periksa Urin SendiRI) telah direkomendasi penggunaannya oleh PDGMI dan dibuat dalam bentuk poster serta stiker. Cara melakukan PURI adalah:

1. Semua jenis urin dapat digunakan, asal bukan urin pagi saat bangun tidur.

2. Paling ideal menggunakan "mid-stream urine" yaitu urin yang keluar di pertengahan  saat kita berkemih.

3. Urin ini ditampung dalam jumlah secukupnya di tempat yang bersih dan berwarna putih/bening, kemudian kita membandingkan warna urin tersebut dengan grafik warna sesuai poster dan stiker yang dibagikan PDGMI.

4. Lakukan perbandingan warna  di bawah sinar lampu neon putih atau sinar matahari. Hindarkan memeriksa urin ini di bawah sinar lampu berwarna kuning atau warna lainnya karena bisa membuat pemeriksaan menjadi bias.

5. Jangan lupa pula, warna urin juga dipengaruhi obat-obatan ataupun diet tertentu. (go4/*****)

IQ Rendah Karena Pestisida

INILAH.COM, California - Pestisida dalam rahim ibu terbukti berpengaruh terhadap IQ anak. Tiga studi telah membuktikannya.

Tiga studi yang dipublikasikan pada Environmental Health Perspectives membuktikan bahwa anak-anak yang keracunan pestisida organofosfat sejak di rahim ibunya, cenderung memiliki kemampuan kognitif dan IQ yang rendah. Namun pestisida jenis ini masih diizinkan dan banyak dipakai di dunia pertanian sekarang.
Para ilmuwan juga mengatakan bahwa temuan pestisida dalam rahim ibu membuat anak-anak mereka cenderung mudah sakit.
Universitas Berkeley California mengadakan studi yang melibatkan ibu-ibu hamil. Para ibu berpartisipasi dalam studi ini saat mereka masih mengandung, hingga anak mereka menginjak usia lima tahun.Saat hamil, ibu-ibu itu diambil sampel urinnya.
Sedangkan anak-anak mereka diuji kemampuan verbalnya, serta kemampuan logika sebab-akibat, memori, dan kemampuan menyerap informasi, saat berusia lima tahun.
Hasilnya, ditemukan bahwa semakin besar kadar organofosfat dalam urin ibu saat mengandung, semakin rendah kemampuan kognitif dan skor IQ anak.
Untuk mencegah hal ini, para peneliti Berkeley menyarankan kita untuk tidak menggunakan pestisida di rumah, serta terbiasa mencuci buah-buahan dan sayur-mayur sebelum dimakan atau dimasak. [mor]

HURUF

mungkin benar aku hanya ingin cerita
karena ada setumpuk rasa yang teronggok mati di sudut hati dan pikiranku akhir-akhir ini.

kutinggalkan jejaring sosial satu itu, mungkin sementara mungkin juga selamanya. entahlah. ada rasa jengah membahas hari esok. biarkan saja begitu. kuberusaha "cuek" (kata andalan seorang kawan).

tampaknya sudah lama aku tak bersua dengan 26 huruf ini.


begitu lama.

ada rindu. sedikit. atau mungkin banyak. mungkin saja.

hey huruf-huruf, kau masih mengenalku?
kuharap kau tak pernah lupa serupa aku yang terlalu angkuh dengan aktifitas fisikku akhir-akhir ini.

huruf, bagaimana kabarmu? apa kau masih menjadi kekasih yang setia bagi kaum penyendiri?
atau telah bergeser menjadi sahabat pelipur lara bagi mereka yang lelah dengan hingar bingarnya?

sepertinya kau semakin sibuk.

apa kau tak lagi mengingatku? 
aku ... si gadis kecil lugu yang menyapamu tiap hari dengan catatan kecil warna hijau tuanya, 
atau ..

siswi berseragam putih-abu yang menghabiskan masa-masa istirahat dengan berbincang panjang lebar denganmu tentang Soe Hok Gie,
tentang Soekarno, 
tentang Hitler, 
tentang Soeharto
dan kecintaannya yang berlebihan akan nasionalisme, emansipasi, pembaharuan, dan hal-hal "wah" lainnya kala itu.
atau ..

ia yang menghabiskan waktu istirahatnya diatas balkon perpustakaan. membaca? bukan. ia tak begitu suka bacaan perpustakaan. ia hanya berdiri, sesekali tersenyum mencermati sekeliling, dan diam. hingga akhirnya jarinya pun menari dengan indah diatas catatan bermotif kotak hijau itu.
ingat? masih belum?

sudahlah .. tak perlu kau paksa, 
karena pemaksaan hanya akan semakin menggerus memorimu tentangku.

kemarin aku bertemu dengan gadis itu, ia menggelengkan kepala sejenak, memejamkan mata, tertunduk.
ternyata pelayaran Columbus benar, bumi memang berputar. putarannya acak. kau bahkan tak tahu disudut berapa dirimu saat ini?

huruf..
sudahlah mungkin kau memang tak perlu mengenalku,
biarakan saja begini. biarkan.

tapi apa kau benar-benar lupa ketika aku merasa rapuh dan larut dalam kekosongan identitas?
masa ketika aku dititik nadir kepercayaan diri. kau lupa?

aku meragu. 



tak perlu kau iyakan, karena hadirmu kala itu sudah lebih dari kata "iya"

Senin, 30 Mei 2011

Taeyeon & The One: Like A Star


just listen it ...

english lyric

Where ever you are hiding
I can find you
If there were no you
If there were no you
…Then my heart would stop
Even if you don’t say “Love”
I can feel with my heart
If you are here
If you are here
I don’t need anything
You’re my everything to me
You’re my everything to me
Please shine like a star in the sky
You are my only love
Forever my only love
We love each other
All I need is you
Can it be compared with anything else
Can it be exchanged with anything else
Your love
Your heart
…Who can replace you
You’re my everything to me
You’re my everything to me
Please shine like a star in the sky
Please shine like a star in the sky
You are my only love
Forever my only love
We love each other
All I need is you
We will never part from each other
Anything that will hurt you
Nothing that will cause tear will happen
You’re my everything to me
You’re my everything to me
Let’s not change
Even as time goes by
You’re my only love
Forever my only love
We love each other
In a place without sadness

Sabtu, 07 Mei 2011

Angka 1


Annyong haseo, all!
selamat datang di blog sederhana yang lebih seperti gambar peta ini. hihi... :)
Sekarang ada bahasan menarik tentang angka satu, ternyata ejaan Indonesia lama menggunakan kata satoe sebelum akhirnya diganti menjadi satu dengan ejaan Soewandi. Hmm... satoe memang sebuah kata yang pasti sangat akrab di telinga kita, tapi yakin deh.. pengetahuan kita tentang angka ini pastinya masih terbatas. Ternyata setelah googling n nyasar di rumah mbah wiki, ketemu deh beragam fakta tentang angka 1.

just check this out :

1 (satu) adalah sebuah angka, sistem bilangan, dan nama dari glyph yang mewakili angka tersebut. Angka ini merupakan bilangan asli setelah 0 dan sebelum 2. Angka ini mewakili hal tunggal. Satu kadang-kadang disebut sebagai tunggal atau unit.
Dalam ilmu pengetahuan




  • Disama-dengankan 'c' atau kecepatan cahaya, dalam notasi Heaviside untuk meringkaskan perhitungan.
  • Faktor dalam rasio untuk konversi unit.
  • Jumlah rasio kepadatan untuk sebuah alam semesta datar.


Sebuah haploid memiliki satu set kromosom di dalam sel nukleusnya.


  
Objek Messier M1, sebuah supernova dengan skala 7.0 dari konstelasi Taurus, juga dikenal dengan nama Nebula Kepiting.Ekspedisi luar angkasa berawak pertama menggunakan STS-1






1 menandakan nada do


  • Orang Yunani Kuno tidak menganggap '1' sebagai angka; mereka menganggapnya sebagai 'unit', angka 2 merupakan angka yang pertama karena mewakili perkalian.
  • Pada zaman modern, '1' melambangkan persatuan, kebersamaan, tidak adanya perbedaan atau diskriminasi, misalnya "Kita adalah satu".
  • Sesuatu disebut unik jika hanya ada satu saja di dunia.
  • Dalam kebudayaan yang berlatar belakang Kristen, seseorang hanya dapat memiliki satu orang pacar saja dan hanya dapat menikah pada satu orang istri/suami saja - ini disebut dengan istilah monogami. Menikah dengan istri/suami lebih dari satu (poligami) biasanya dilarang oleh hukum di dalam kelompok masyarakat ini.
  • Di dalam sistem jam, jam 1:00 menandakan bahwa tepat satu jam telah berlalu sejak tengah malam (tengah malam atau tengah hari pada sistem 12-jam).


  • 1 merupakan nomor regional DVD untuk Amerika Serikat dan Kanada.
  • Di dalam komputer bersistem Windows, tombol F1 biasanya digunakan untuk menampilkan jendela bantuan.
  • Dalam telepon genggam, nomor 1 biasanya digunakan untuk bermacam-macam tanda dalam menulis SMS.
  • 1 merupakan kode telepon negara AS.
  • Dalam ASCII, 1 merupakan karakter kosong yang melambangkan awal tulisan (Start of Heading - SOH).
  • Lebar rel kereta api normal adalah 1 meter.
Semoga bermanfaat, chingu!
regards
eri

Bahasa Jerman Part 1

wie spät ist es? / Jam berapa sekarang?

spät (spet) merupakan padanan kata "late“ dalam bahasa inggris. Jadi, arti harfiah dari judul tersebut di atas adalah "how late is it“.

Dalam menyatakan waktu, kita bisa menggunakan istilah resmi ataupun yang informal. Jika anda sudah bisa berhitung dalam bahasa jerman berarti anda sudah bisa memberitahu tentang waktu.

Preposition yang mendahului waktu adalah "um".
Kalau dalam bahasa inggris disebut at three o'clock maka dalam bahasa jerman disebut "um drei Uhr" (notice bahwa kata Uhr selalu dituliskan dengan huruf besar).

Jika ada yang bertanya "wie spät ist es? maka
jawabannya adalah....es ist (it is):

20:00
Formal: zwanzig Uhr (jam 20)
Informal: acht Uhr am abend (jam 8 malam)
Lengkapnya: Es ist zwanzig Uhr.

20:15
zwanzig Uhr fünfzehn (jam 20 (lewat) 15)
viertel nach acht (seperempat lewat delapan).

09.30
neun Uhr dreizig
halb zehn (setengah sepuluh).

20.45
zwanzig Uhr fünfundvierzig
viertel vor neun (seperempat kurang sembilan).

10:55
zehn Uhr fünfundfünfzig
fünf vor zehn (lima (menit) sebelum jam sepuluh).

Kalau "jam 20:00 tepat" disebut "um 20 Uhr genau" atau "punkt um 20 Uhr"
Kalau "sekitar jam 10 pagi" disebut "gegen 10 Uhr vormittag".

Terkadang penting untuk mengikutkan bagian (?) hari dalam menyebutkan waktu. Di Jerman, hari dibagi atas:

morgen (pagi) antara jam 7-10 pagi
vormittag (sebelum tengah hari) antara jam 10-12 siang.
nachmittag (setelah tengah hari) antara jam 12-17 sore
abend (malam) antara jam 18-12 malam dan setelah biasanya disebut mitternacht.

Pagi pagi sekali (mungkin sekitar jam 5-7 pagi) disebut morgens früh.

Yang perlu diketahui adalah menanyakan kapan sesuatu dimulai/berakhir, digunakan kata tanya "wann" atau dalam situasi informal "um wie viel Uhr".

z.B.
wann findet unsere Besprechung statt? (meeting kita jam berapa?)
die findet um 10 Uhr statt (it takes place at 10 o'clock).
atau secara informal langsung dibilang...um 10 Uhr vormittag. Jam berapa sekarang?

spät (spet) merupakan padanan kata "late“ dalam bahasa inggris. Jadi, arti harfiah dari judul tersebut di atas adalah "how late is it“.

Dalam menyatakan waktu, kita bisa menggunakan istilah resmi ataupun yang informal. Jika anda sudah bisa berhitung dalam bahasa jerman berarti anda sudah bisa memberitahu tentang waktu.

Preposition yang mendahului waktu adalah "um".
Kalau dalam bahasa inggris disebut at three o'clock maka dalam bahasa jerman disebut "um drei Uhr" (notice bahwa kata Uhr selalu dituliskan dengan huruf besar).

Jika ada yang bertanya "wie spät ist es? maka
jawabannya adalah....es ist (it is):

20:00
Formal: zwanzig Uhr (jam 20)
Informal: acht Uhr am abend (jam 8 malam)
Lengkapnya: Es ist zwanzig Uhr.

20:15
zwanzig Uhr fünfzehn (jam 20 (lewat) 15)
viertel nach acht (seperempat lewat delapan).

09.30
neun Uhr dreizig
halb zehn (setengah sepuluh).

20.45
zwanzig Uhr fünfundvierzig
viertel vor neun (seperempat kurang sembilan).

10:55
zehn Uhr fünfundfünfzig
fünf vor zehn (lima (menit) sebelum jam sepuluh).

Kalau "jam 20:00 tepat" disebut "um 20 Uhr genau" atau "punkt um 20 Uhr"
Kalau "sekitar jam 10 pagi" disebut "gegen 10 Uhr vormittag".

Terkadang penting untuk mengikutkan bagian (?) hari dalam menyebutkan waktu. Di Jerman, hari dibagi atas:

morgen (pagi) antara jam 7-10 pagi
vormittag (sebelum tengah hari) antara jam 10-12 siang.
nachmittag (setelah tengah hari) antara jam 12-17 sore
abend (malam) antara jam 18-12 malam dan setelah biasanya disebut mitternacht.

Pagi pagi sekali (mungkin sekitar jam 5-7 pagi) disebut morgens früh.

Yang perlu diketahui adalah menanyakan kapan sesuatu dimulai/berakhir, digunakan kata tanya "wann" atau dalam situasi informal "um wie viel Uhr".

z.B.
wann findet unsere Besprechung statt? (meeting kita jam berapa?)
die findet um 10 Uhr statt (it takes place at 10 o'clock).
atau secara informal langsung dibilang...um 10 Uhr vormittag. Jam berapa sekarang?

spät (spet) merupakan padanan kata "late“ dalam bahasa inggris. Jadi, arti harfiah dari judul tersebut di atas adalah "how late is it“.

Dalam menyatakan waktu, kita bisa menggunakan istilah resmi ataupun yang informal. Jika anda sudah bisa berhitung dalam bahasa jerman berarti anda sudah bisa memberitahu tentang waktu.

Preposition yang mendahului waktu adalah "um".
Kalau dalam bahasa inggris disebut at three o'clock maka dalam bahasa jerman disebut "um drei Uhr" (notice bahwa kata Uhr selalu dituliskan dengan huruf besar).

Jika ada yang bertanya "wie spät ist es? maka
jawabannya adalah....es ist (it is):

20:00
Formal: zwanzig Uhr (jam 20)
Informal: acht Uhr am abend (jam 8 malam)
Lengkapnya: Es ist zwanzig Uhr.

20:15
zwanzig Uhr fünfzehn (jam 20 (lewat) 15)
viertel nach acht (seperempat lewat delapan).

09.30
neun Uhr dreizig
halb zehn (setengah sepuluh).

20.45
zwanzig Uhr fünfundvierzig
viertel vor neun (seperempat kurang sembilan).

10:55
zehn Uhr fünfundfünfzig
fünf vor zehn (lima (menit) sebelum jam sepuluh).

Kalau "jam 20:00 tepat" disebut "um 20 Uhr genau" atau "punkt um 20 Uhr"
Kalau "sekitar jam 10 pagi" disebut "gegen 10 Uhr vormittag".

Terkadang penting untuk mengikutkan bagian (?) hari dalam menyebutkan waktu. Di Jerman, hari dibagi atas:

morgen (pagi) antara jam 7-10 pagi
vormittag (sebelum tengah hari) antara jam 10-12 siang.
nachmittag (setelah tengah hari) antara jam 12-17 sore
abend (malam) antara jam 18-12 malam dan setelah biasanya disebut mitternacht.

Pagi pagi sekali (mungkin sekitar jam 5-7 pagi) disebut morgens früh.

Yang perlu diketahui adalah menanyakan kapan sesuatu dimulai/berakhir, digunakan kata tanya "wann" atau dalam situasi informal "um wie viel Uhr".

z.B.
wann findet unsere Besprechung statt? (meeting kita jam berapa?)
die findet um 10 Uhr statt (it takes place at 10 o'clock).
atau secara informal langsung dibilang...um 10 Uhr vormittag.

repost dari : Pak Jerman

Selasa, 05 April 2011

Malam yang sama

Ada saat dimana logika vakum sementara waktu, bukan untuk menepi ke dunia tanpa logika. Hanya sekadar istirahat, karena lelah itu benar-benar meletihkan.

Aku mencoba menerka proses yang sedikit penat ini, aku mulai beranjak dari titik yang membuatku bergeming beberapa masa ini.

Bersama mereka ada banyak cerita yang tak akan terbagi pada siapapun.

Aku berlari dengan sudut pandangku sendiri bertahun-tahun lamanya. Menerka jalan keluar sendiri dan berkutat degan kecemasan sendiri. Semua itu sudah cukup menggambarkan kecintaanku pada individualitas. Disaat awal mengenal mereka, berbagai arus yang bermakna skeptis menyeruak. Mereka bukan kawan yang baik, batinku. Bahkan tak akan menjadi baik, tapi waktu menjawab lain. Kau tahu kan, aku benci hal-hal yang penuh romansa, namun bersama mereka aku merasa masuk dalam dunia drama tentang persahabatan yang indah. Klasik, fantasi, menjemukan, namun mewakili asa banyak orang. Lagi-lagi Allah menyadarkanku.

Malam ini dingin,
masih seperti masa-masa lalu, saat kita saling bertukar pesan semangat perihal MLM
masih seperti ide gila berjalan kaki selepas maghrib dari TVRI sampai anjungan pantai Losari
masih seperti waktu kau larut dalam romansamu, dan kami tertidur pulas
masih seperti itu, namun sedikit asing.


Bukankah setiap malam punya bintangnya sendiri??
Dan saat ini bintang kita sedikit berbeda, namun masih di malam yang sama.


  
Tak ada yang kemana karena hanya ada masa untuk dimana.

Someday : IU

 
I hope this tears will stop running someday
Someday after this darkness clear up
I hope the warm sunshine dries these tears

When I feel that I’m getting tired of looking me exhausted
I want to give all my dreams I’ve kept hard
Every time I feel that I’m lacking in many things more than I have
I lost strength in my legs and drop down

I hope this tears will stop running someday
Someday after this darkness clear up
I hope the warm sunshine dries these tears

Everyday I hold out comforting myself “it’ll be alright”
But it makes me afraid little by little
I tell myself to believe in myself, but I don’t
Now I don’t know how longer I can hold out

But wait it’ll come
Although the night is long, the sun comes up
Someday my painful heart will get well

I hope it helps me now
I hope the God will help me

I don’t have enough confidence more and more to overcome myself

I hope this tears will stop running someday
Someday after this darkness clear up
I hope the warm sunshine dries these tears

But wait it’ll come
Although the night is long, the sun comes up
Someday my painful heart will get well

Someday…
Someday…

Dreaming : Kim Soohyun


I was looking at my dream that is being deemed far away
And I was standing blankly

I don’t have anything left any more
I thought about giving up everything, but
I am standing up again

Even today step by step
I step forward carefully

My heart is full of fears
but it’s an excitement I’m embracing
I am staggering and shaking
But, I step forward towards
the dream that I am going to meet some day
As I’m thinking if it’s going to end like this

A fear constantly comes
I’m hesitating but
Deep inside my heart
There’s an unstoppable beating
that drags me forward

Even today step by step
I step forward carefully
My heart is full of fears
but it’s an excitement I’m embracing
I am staggering and shaking
But, I step forward towards
the dream that I am going to meet some day

Even today step by step
I step forward carefully
My heart is full of fears
but it’s an excitement I’m embracing
I am staggering and shaking
But, I step forward towards
the dream that I am going to meet some day
Towards the dream that I am going to meet some day

Jumat, 01 April 2011

Video Yongseo : Banmal Song (Indonesian Version)

video

Assalamu'alaykum kawan"

buat kamu yang ngefans bgt sm couple satu ini, dan masih berbingung bingung ria dg versi korea n english nya yg teteup aja gak berasa (susah dapat feel-nya), nah tmn kita sesama org indonesia dah translate n compose ulang nih lagu, jadi lebih catchy n pas ditelinga kita

check this out, kawan ;))



link-nya : http://www.youtube.com/watch?v=TDQIBGAQebM

Selasa, 29 Maret 2011

Politik Dan Hukum

BAB I
PENDAHULUAN   
A.    Latar Belakang
Law is a command of the Lawgiver (hukum adalah perintah dari penguasa), dalam arti perintah dari mereka yang memiliki kekuasaan tertinggi atau yang memegang kedaulatan. Demikian John Austin, seperti dikutip oleh Prof Lili Rasyidi. Perdebatan mengenai hubungan hukum dan politik memiliki akar sejarah panjang dalam ilmu hukum. 

Bagi kalangan penganut aliran positivisme hukum seperti John Austin, hukum adalah tidak lain dari produk politik atau kekuasaan. Pada sisi lain, pandangan berbeda datang dari kalangan aliran sejarah dalam ilmu hukum, yang melihat hukum tidak dari dogmatika hukum dan undang-undang semata, akan tetapi dari kenyataan-kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat dan berpandangan bahwa hukum itu tergantung pada penerimaan umum dalam masyarakat dan setiap kelompok menciptakan hukum yang hidup.

Memperhatikan perkembangan sistem hukum Indonesia, kita akan melihat adanya ciri-ciri yang spesifik dan menarik untuk dikaji. Sebelum pengaruh hukum dari penjajahan Belanda di Indonesia berlaku hukum adat dan hukum Islam yang berbeda-beda dari berbagai masyarakat adat di Indonesia dari setiap kerajaan dan etnik yang berbeda. Setelah masuk penjajah Belanda membawa hukumnya sendiri yang sebagian besarnya merupakan konkordansi dengan hukum yang berlaku di Belanda yaitu hukum tertulis dan perundang-undangan yang bercorak positivis. Walaupun demikian Belanda menganut politik hukum adat (adatrechtpolitiek), yaitu membiarkan hukum adat itu berlaku bagi golongan masyarakat Indonesia asli dan hukum Eropa berlaku bagi kalangan golongan Eropa yang bertempat tinggal di Indonesia (Hindia Belanda). Dengan demikian pada masa Hindia Belanda berlaku pluralisme hukum. Perkembangan hukum di Indonesia menunjukkan kuatnya pengaruh hukum kolonial dan meninggalkan hukum adat. (baca Daniel S. Lev, 1990 : 438-473).

Karena itu, dalam melihat persoalan hukum di Indonesia harus dipandang dari kenyataan sejarah dan perkembangan hukum Indonesia itu sendiri. Pada saat sekarang ini terdapat perbedaan cara pandang terhadap hukum diantara kelompok masyarakat Indonesia. Berbagai ketidakpuasan atas penegakkan hukum dan penanganan berbagai persoalan hukum bersumber dari cara pandang yang tidak sama tentang apa yang dimaksud hukum dan apa yang menjadi sumber hukum. Lebih jauh ditengah masyarakat kita seringkali berkembang isu akan adanya kepentingan politik dibalik penyalahgunaan hukum ini. Berbagai kesimpang-siuran inilah yang menjadi perhatian penulis dalam makalah ini. Diharapkan tulisan ini memberi sedikit gambaran dasar perihal politik dan hukum dalam posisinya pada Sistem Hukum Indonesia.

B.    Rumusan Masalah
1.    Bagaimanakah yang dimaksud dengan hukum?
2.    Bagaimanakah yang dimaksud dengan politik?
3.    Bagamanakah keterkaitan antara hukum dan politik?
4.    Bagaimanakah keterkaitan hukum dan politik dalam sistem hukum Indonesia?

C.    Tujuan Penulisan
1.    Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan hukum
2.    Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan politik
3.    Untuk mengetahui keterkaitan antara hukum dan politik
4.    Untuk mengetahui hukum dan politik dalam Sistem Hukum Indonesia

D.    Metode Penulisan
Penulis menggunakan metode kajian pustaka berupa browsing di dunia maya, mengumpulkan data, menganalisa, mereduksi (untuk mempertahankan konsentrasi utama tulisan), dan menyimpulkannya dengan bahasa yang sederhana.

E.    Manfaat Penulisan
Tulisan ini hadir berangkat dari kekhawatiran penulis sebagai mahasiswa jurusan ilmu politik yang masih belum memahami wawasan Sistem Hukum Indonesia dalam kaitannya dengan perpolitikan akhir-akhir ini. Dan diharapkan tulisan ini dapat menjadi literatur sederhana untuk memperkenalkan mata kuliah Sistem Hukum Indonesia terhadap mahasiswa jurusan ilmu politik.


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian
1.    Hukum
Hukum adalah sistem yang terpenting dalam pelaksanaan rangkaian kekuasaan kelembagaan dari bentuk penyalahgunaan kekuasaan dalam bidang politik, ekonomi dan masyarakat dalam berbagai cara dan bertindak, sebagai perantara utama dalam hubungan sosial antar masyarakat terhadap kriminalisasi dalam hukum pidana, hukum pidana yang berupayakan cara negara dapat menuntut pelaku dalam konstitusi hukum menyediakan kerangka kerja bagi penciptaan hukum, perlindungan hak asasi manusia dan memperluas kekuasaan politik serta cara perwakilan di mana mereka yang akan dipilih. Administratif hukum digunakan untuk meninjau kembali keputusan dari pemerintah, sementara hukum internasional mengatur persoalan antara berdaulat negara dalam kegiatan mulai dari perdagangan lingkungan peraturan atau tindakan militer. Filsuf Aristotle menyatakan bahwa "Sebuah supremasi hukum akan jauh lebih baik dari pada dibandingkan dengan peraturan tirani yang merajalela."

2.    Politik
Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara. Pengertian ini merupakan upaya penggabungan antara berbagai definisi yang berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik.

Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional. Di samping itu politik juga dapat ditilik dari sudut pandang berbeda, yaitu antara lain:
·    politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles)
·    politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara
·    politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat
·    politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik.

Dalam konteks memahami politik perlu dipahami beberapa kunci, antara lain: kekuasaan politik, legitimasi, sistem politik, perilaku politik, partisipasi politik, proses politik, dan juga tidak kalah pentingnya untuk mengetahui seluk beluk tentang partai politik.

B.    Keterkaitan antara hukum dan politik
Menurut Daniel S. Lev, yang paling menentukan dalam proses hukum adalah konsepsi dan struktur kekuasaan politik. Yaitu bahwa hukum sedikit banyak selalu merupakan alat politik, dan bahwa tempat hukum dalam negara, tergangtung pada keseimbangan politik, defenisi kekuasaan, evolusi idiologi politik, ekonomi, sosial, dan seterusnya (Daniel S. Lev, 1990 : xii).

Walaupun kemudian proses hukum yang dimaksud tersebut di atas tidak diidentikan dengan maksud pembentukan hukum, namun dalam prateknya seringkali proses dan dinamika pembentukan hukum mengalami hal yang sama, yakni konsepsi dan struktur kekuasaan politiklah yang berlaku di tengah masyarakat yang sangat menentukan terbentuknya suatu produk hukum. Maka untuk memahami hubungan antara politik dan hukum di negara mana pun, perlu dipelajari latar belakang kebudayaan, ekonomi, kekuatan politik di dalam masyarakat, keadaan lembaga negara, dan struktur sosialnya, selain institusi hukumnya sendiri.

Pengertian hukum yang memadai seharusnya tidak hanya memandang hukum itu sebagai suatu perangkat kaidah dan azas-azas yang mengatur kehidupan manusia dalam masyarakat, tetapi harus pula mencakup lembaga (institutions) dan proses (process) yang diperlukan untuk mewujudkan hukum dalam kenyataan (Lihat Mieke Komar at. al, 2002 : 91).

Dari kenyataan ini disadari, adanya suatu ruang yang absah bagi masuknya suatu proses politik melalui wadah institusi politik untuk terbentuknya suatu produk hukum. Sehubungan dengan itu, ada dua kata kunci yang akan diteliti lebih jauh tentang pengaruh kekuasaan dalam hukum yakni mencakup kata “process” dan kata “institutions,” dalam mewujudkan suatu peraturan perundang-undangan sebagai produk politik. Pengaruh itu akan semakin nampak pada produk peraturan perundang-undang oleh suatu institusi politik yang sangat dpengarhi oleh kekuata-kekuatan politik yang besar dalam institusi politik. Sehubungan dengan masalah ini, 

Miriam Budiarjo berpendapat bahwa kekuasaan politik diartikan sebagai kemampuan untuk mempengaruhi kebijaksanaan umum (pemerintah) baik terbentuknya maupun akibat-akibatnya, sesuai dengan pemegang kekuasaan (M.Kusnadi, SH., 2000 : 118). Dalam proses pembentukan peraturan hukum oleh institusi politik peranan kekuatan politik yang duduk dalam institusi politik itu adalah sangat menentukan. Institusi politik secara resmi diberikan otoritas untuk membentuk hukum hanyalah sebuah institusi yang vacum tanpa diisi oleh mereka diberikan kewenangan untuk itu. karena itu institusi politik hanya alat belaka dari kelompok pemegang kekuasaan politik. Kekuatan- kekuatan politik dapat dilihat dari dua sisi yakni sisi kekuasaan yang dimiliki oleh kekuatan politik formal (institusi politik) dalam hal ini yang tercermin dalam struktur kekuasaan lembaga negara, seperti Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat dan lembaga-lembaga negara lainnya dan sisi kekuatan politik dari infrastruktur politik adalah seperti: partai politik, tokoh-tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, Lembaga Swadaya Masyarakat, organisasi profesi dan lain-lain. Dengan demikian dapatlah disimpilkan bahwa pembentukan produk hukum adalah lahir dari pengaruh kekuatan politik melalui proses politik dalam institusi negara yang diberikan otoritas untuk itu.

Seperti telah diuraikan dalam bagian terdahulu bahwa teori-teori hukum yang berpengaruh kuat terhadap konsep-konsep dan implementasi kehidupan hukum di Indonesia adalah teori hukum positivisme. Pengaruh teori ini dapat dilihat dari dominannya konsep kodifikasi hukum dalam berbagai jenis hukum yang berlaku di Indonesia bahkan telah merambat ke sistem hukum internasional dan tradisional (Lili Rasjidi, SH., 2003 : 181). Demikian pula dalam praktek hukum pun di tengah masyarakat, pengaruh aliran poisitvis adalah sangat dominan. Apa yang disebut hukum selalu dikaitkan dengan peraturan perundang-undangan, di luar itu, dianggap bukan hukum dan tidak dapat dipergunakan sebagai dasar hukum. Nilai-nilai dan norma di luar undang-undang hanya dapat diakui apabila dimungkinkan oleh undang-undang dan hanya untuk mengisi kekosongan peraturan perundang-undang yang tidak atau belum mengatur masalah tersebut.

Pengaruh kekuatan-kekuatan politik dalam membentuk hukum dibatasi ruang geraknya dengan berlakunya sistem konstitusional berdasarkan checks and balances, seperti yang dianut Undang-Undang dasar 1945 (UUD 1945) setelah perubahan. Jika diteliti lebih dalam materi perubahan UUD 1945 mengenai penyelenggaraan kekuasaan negara adalah mempertegas kekuasaan dan wewenang masing-masing lembaga-lembaga negara, mempertegas batas-batas kekuasaan setiap lembaga negara dan menempatkannya berdasarkan fungsi-fungsi penyelenggaraan negara bagi setiap lembaga negara. Sistem yang demikian disebut sistem “checks and balances”, yaitu pembatasan kekuasaan setiap lembaga negara oleh undang-undang dasar, tidak ada yang tertinggi dan tidak ada yang rendah, semuanya sama di atur berdasarkan fungsi-fungsi masing-masing.

Dengan sistem yang demikian, memberikan kesempatan kepada setiap warga negara yang merasa dirugikan hak konstitusionalnya oleh produk politik dari instutusi politik pembentuk hukum untuk mengajukan gugatan terhadap institusi negara tersebut. Dalam hal pelanggaran tersebut dilakukan melalui pembentukan undang-undang maka dapat diajukan keberatan kepada Mahkmah Konstitusi dan dalam hal segala produk hukum dari institusi politik lainnya dibawah undang-undang diajukan kepada Mahkamah Agung.

C.    Hukum dan politik dalam Sistem Hukum Indonesia
Secara umum telah banyak teori yang menerangkan perihal sumber sistem hukum yang kini diterapkan di Indonesia. Seperti hukum adat. Kebudayaan ini berlangsung sebelum kedatangan kebudayaan India (Hindu). Selanjutnya Indonesia memasuki masa pengaruh kebudayaan Hindu. Pada abad ke-13 sampai ke-14 masuk pengaruh Islam, dan hukum Islam berkembang dan memperkaya sistem hukum yang ada di Indonesia. Baru pada abad ke-17 masuk kebudayaan Eropa-Amerika. Jika hukum adat yang ada di Indonesia, dihubungkan dengan corak dasar kedua sistem hukum yang paling berpengaruh (Eropah Kontionental dan Anglo Saxon), cenderung lebih dekat dengan sistem Anglo Saxon. Hukum adat terbangun dari kebiasaan-kebiasaan masyarakat dalam menghadapi situasi dan kondisi tertentu, yang kemudian oleh masyarakat ditempatkan lebih dari sekadar norma kesopanan atau kesusilaan menjadi norma hukum (opinio juris sive necessitatis). Pada masa kolonial Belanda, dengan penerapan asas konkordansi, maka hukum yang berlaku di Hindia Belanda sejalan dengan hukum yang berlaku di Belanda. Belanda merupakan salah satu pendukung terkemuka sistem hukum Eropah Kontinental.Setelah kemerdekaan, pengaruh Sistem Eropah Kontinental tampak dalam semangat untuk melakukan kodifikasi dan unifikasi.Sistem hukum di Indonesia dewasa ini adalah sistem hukum yang unik, sistem hukum yang dibangun dari proses penemuan, pengembangan, adaptasi, bahkan kompromi dari beberapa sistem yang telah ada.

 Untuk memahami lebih jauh tentang mekanisme pembentukan hukum di Indonesia, perlu dipahami sistem politik yang dianut. Sistem politik mencerminkan bagaimana kekuasaan negara dijalankan oleh lembaga-lembaga negara dan bagaimana mekanisme pengisian jabatan dalam lembaga-lembaga negara itu dilakukan. Inilah dua hal penting dalam mengenai sistem politik yang terkait dengan pembentukan hukum.

Beberapa prinsip penting dalam sistem politik Indonesia yang terkait dengan uraian ini adalah sistem yang berdasarkan prinsip negara hukum, prinsip konstitusional serta prinsip demokrasi. Ketiga prinsip ini saling terkait dan saling mendukung, kehilangan salah satu prinsip saja akan mengakibatkan pincangnya sistem politik ideal yang dianut. Prinsip negara hukum mengandung tiga unsur utama, yaitu pemisahan kekuasaan  - check and balances - prinsip due process of law, jaminan kekuasaan kehakiman yang merdeka dan jaminan serta perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia. Prinsip konstitusional mengharuskan setiap lembaga-lembaga negara pelaksana kekuasaan negara bergerak hanya dalam koridor yang diatur konstitusi dan berdasarkan amanat yang diberikan konstitusi.

Dengan prinsip demokrasi partisipasi publik/rakyat berjalan dengan baik dalam segala bidang, baik pada proses pengisian jabatan-jabatan dalam struktur politik, maupun dalam proses penentuan kebijakan-kebijakan yang diambil oleh berbagai struktur politik itu. Karena itu demokrasi juga membutuhkan transparansi (keterbukaan informasi), jaminan kebebasan dan hak-hak sipil, saling menghormati dan menghargai serta ketaatan atas aturan dan mekanisme yang disepakati bersama.

Dengan sistem politik yang demikianlah berbagai produk politik yang berupa kebijakan politik dan peraturan perundang-undangan dilahirkan. Dalam kerangka paradigmatik yang demikianlah produk politik sebagai sumber hukum sekaligus sebagai sumber kekuatan mengikatnya hukum diharapkan – sebagaimana yang dianut aliran positivis – mengakomodir segala kepentingan dari berbagai lapisan masyarakat, nilai-nilai moral dan etik yang diterima umum oleh masyarakat. Sehingga apa yang dimaksud dengan hukum adalah apa yang ada dalam perundang-undangan yang telah disahkan oleh institusi negara yang memiliki otoritas untuk itu. Nilai-nilai moral dan etik dianggap telah termuat dalam perundang-undangan itu karena telah melalui proses partisipasi rakyat dan pemahaman atas suara rakyat. Dalam hal produk itu dianggap melanggar norma-norma dan nilai-nilai yang mendasar yang dihirmati oleh masyarakat dan merugikan hak-hak rakyat yang dijamin konstitusi, maka rakyat dapat menggugat negara (institusi) tersebut untuk mebatalkan peraturan yang telah dikeluarkannya dan dinyatakan tidak berlaku. Dengan demikian nilai moral dan etik, kepentingan-kentingan rakyat yang ada dalam kenyataan-kenyataan sosial tetap menjadi hukum yang dicita-citakan yang akan selalui mengontrol dan melahirkan hukum positif yang baru melalui proses perubahan, koreksi dan pembentukan perundangan-undangan yang baru.

BAB III
PENUTUP
A.    SIMPULAN
Hukum adalah sistem yang terpenting dalam pelaksanaan rangkaian kekuasaan kelembagaan dari bentuk penyalahgunaan kekuasaan termasuk dalam bidang politik. Sedangkan Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara. Dalam pengertian dasar inilah terangkum keterkaitan antara satu dan lainnya yakni politik sebagai pembentuk, pembagi, dan pengambil keputusan dalam negara hendaknya mematuhi koridor-koridor hukum yang telah disepakati guna menghindari penyalahgunaan kekuasaan oleh pihak-pihak tertentu yang pada akhirnya mengaburkan tujuan dasar politik yakni kesejahteraan rakyat.

B.    SARAN
Mahasiswa yang mengambil konsentrasi ilmu politik penting untuk mengenal Sistem Hukum Indonesia, sehingga pada pelaksanaanya nanti tidak hanya berorientasi pada tujuan semata, namun juga tetap memperhatikan etika dan estetika berpolitik yang cerdas dan santun serta menyesuaikan diri dengan norma dan hukum yang berlaku ditengah masyarakat, khusunya Indonesia.


DAFTAR PUSTAKA

1.    Amirin, Tatang M. 1987. Pokok-pokok Teori Sistem. Jakarta: CV. Rajawali.
2.    Ali, Achmad. 2002. Menguak Tabir Hukum, Suatu Kajian Filosofis dan Sosiologis, Cet. II. Jakarta :. Penerbit Gunung Agung.
3.    Daniel S. Lev, Hukum Dan Politik di Indonesia, Kesinambungan dan Perubahan, Cet I, LP3S, Jakarta, 1990.
4.    http://www.fakultashukum-universitaspanjisakti.com/informasi-akademis/artikel-hukum/42-sistem-hukum-indonesia-unikum-yang-dinamis.html
5.    http://hamdanzoelva.wordpress.com/2008/02/20/hukum-dan-politik-dalam-sistem-hukum-indonesia/
6.    http://jodisantoso.blogspot.com/2006/10/sistem-hukum-indonesia_05.html

Jumat, 25 Maret 2011

That Man

That Man by Hyun Bin taken from OST. Secret Garden



One man loves you
That man loves you wholeheartedly
He follows you around like a shadow everyday
That man is laughing and crying

Just how much…how much more do I have to gaze at you alone
This love that came like the wind
This beggar-like love
If I continue this way, will you love me?
Just come a little nearer…a little more
If I take one step closer to you, then you take two steps back
I who love you am next to you now
That man is crying.

That man is timid
So he learned how to laugh
That man has many stories that he can't even tell his best friend
So his heart is full of tears
That's why, That man
You, he loved you
Because you are just same as him
Yet another fool, yet another fool
Can't you hug me before you go?
I want to receive love, baby
Everyday in my heart,
Just in my heart,
I shout and
That man is next to her even today.

Do you know That man is me?
You're not pretending that you don't know, right?
You really don't know cause you're a fool.

Just how much... how much more do I have to gaze at you alone
This love that’s like a fool
This beggar-like love
If I continue this way, will you love me?
Just come a little nearer...a little more...
If I take one step closer to you, then you take two steps back
I who love you is next to you now
That man is crying.
Suddenly i remember you. Remember your cold-hearted who always keep me from a far. The one with strong will, who never take care of everything then become a good friend for me.

^_^
gomawo

Kamis, 24 Maret 2011

Intuisi

AKU AKAN TERBIASA.

Itu pasti. Masih dengan suara serak, kubulirkan kenyataan ini. Sebuah asa yang entah harus bermuara kemana? Tak ada yang lebih baik dari ini. Ku yakin. Meski kata egois dan individualis akan menghampiri perlahan.

Mak, sarangheyo … ditengah pasang surut proses ini masih kuyakinkan untuk menyempatkan cinta padamu. *_* . I’ll do my best till blood and tears can’t stop me.



Although it seems like a though road, I’ll keep on believing in Allah for thousands love that brought me up every time.

Masa yang mungkin tak mudah bagi gadis kecil sepertiku, tapi aku tahu aku adalah wanita luar biasa. Aku akan selalu mampu bergelut dengan berbagai sudut pandang, menganalisa, memilah, dan menyimpulkannya sendiri. Aku berhak untuk itu.

Saat bayang itu hendak mematrikan rasanya, aku menghindar. Bukan sekedar untuk mengamankan hatiku tapi untuk meyakinkannya bahwa aku membutuhkan aku lebih dari siapapun dalam kondisi apapun. Aku benci ketergantungan yang membuatku terlihat bernasib naas layaknya burung dara kecil yang terhempas dengan luka di sayap oleh tembakan pemiliknya. Kita tak pernah tahu kesiapan dan eksistensi mereka saat kita benar dalam kondisi “butuh”. Bukankah lebih baik mempersiapkan dirimu kuat dalam segala musim, memandirikan diri, dan bersahabat dengan tantangan sedini mungkin. Saat dimana anak lain masih berkutat dengan kisah ababilnya, aku telah belajar untuk mendewasakan diri demi kata yang disebut “keluarga”. Aku mematrikan diri sebagai pejuang setidaknya untuk adik-adikku. Kalau kau katakan aku mati rasa, bisa benar bisa juga tidak. Benar kalau kau mempersempitnya dalam hubungan pria-wanita, namun akan salah bila kau mengaitkannya dengan kata pendidikan dan keluarga. Karena aku sudah cukup dewasa untuk hal itu.



Remove,
sorry but it’ll be better.

Dalam perjalanaan mengenalmu, kau adalah salah satu teman terbaik yang mungkin takkan kutemukan lagi dalam masa berikutnya. Dan berawal dari pemahaman inilah, aku memutuskan untuk memberimu ruang dalam keakuanmu.

Hanya ruang. Maaf.

Ternyata dalam diam pun kita masih berseteru dengan kemasing-masingan yang berpersepsi berbeda.

Aku bukan tak mengenal kata “hati”, namun hal seperti ini memang bukan bahan yang menarik untuk kudiskusikan pada siapapun. Aku memilih untuk merangkainya jadi prosa yang tepat sekedar untuk mencukupi  kebutuhan menulisku yang harus menyetor 180 karya per tahun, atau 15 karya perbulan.
Ironis bukan?

Terserah.

Bukankah telah kupaparkan dengan bahasa lugas bahwa aku bukan sosok aktris di drama korea yang cantik, imut, lugu, penuh pesona, ceria, lembut, dan sangat menyentuh hati saat ia menatap lawan mainnya.

Tidak

Aku jauh dari itu, aku petarung.
Aku menyebutnya demikian karena aku memang demikian.

Kurasa tak ada yang salah karena setiap orang memang berhak. Kau berhak menemukannya, dan kuberhak dengan diriku. Setiap keberhakan yang berharap tak bersinggungan.

Sekali lagi biarkan saja segalanya begitu.

Rabu, 23 Maret 2011

KETIKA NARASUMBER KOCAK DAN JURNALIS AMATIR BERDUET

Rabu, 17 Maret 2011.



Masih dengan nafas terengah-engah penulis segera menuju ke lantai tiga untuk menemui narasumber. Ada sedikit ekspektasi bahwa narasumber akan kesal karena waktu wawancara yang sedianya pukul 14.00 telah mundur menjadi 14.30 tanpa pemberitahuan sebelumnya. Ruangan perpustakaan yang baru kurang lebih seminggu aktif tersebut terasa sejuk dengan AC di berbagai sisi ruangan, sehingga keringat penulis yang terdiri dari lelah, khawatir, dan sedikit kecanggungan masih dapat  tertutupi.

Dengan senyum khas dari narasumber yang penulis identifikasi sebagai perkenalan tersebut akhirnya suasana sedikit mencair.

“kita’?”, tanya penulis.
“iya”, jawab narasumber.

Dan percakapan berkembang dengan sendirinya. Walaupun penulis sedikit bingung karena wawancara diadakan di lantai dua bukan lantai tiga seperti perjanjian sebelumnya. Narasumber hadir dengan tampilan sedikit acuh tak acuh khas fotografer, dalam balutan baju biru lengan panjang, celana jeans yang sedikit memudar, dan tas selempang kecil berwarna hitam ia mulai menuturkan awal ketertarikannya pada fotografi. Dalam perbincangan yang berlangsung renyah dan penuh gelak tawa tersebut penulis terbawa ke dalam suasana rileks bahkan sangat rileks, sehingga terkesan saling mewawancarai.

Disetiap awal penuturannya Hasyaf yang merupakan nama singkatan dari Hasman Syahran Fattah ini akan selalu berkata “Barusanku saya diwawancarai begini, hahah… ” lalau kutimpali dengan “Saya juga barusanku wawancara orang begini” dan seketika ia refleks berujar “Kayaknya semua orang yang wawancaraika stress” dan seketika pula tawa renyah kembali bergema. Seperti itulah suasana perpustakaan lantai dua, di sudut dekat tangga yang biasanya tenang dan jauh dari keributan tiba-tiba menjadi panggung Opera Van Java mini. Karena cukup lama menghabiskan waktu dengan lawakan yang tak kunjung usai, kami sepakat untuk sedikit serius. Dan aku menyodorkan selembar kertas untuk ia tulis terkait data pribadinya. Sesaat sebelum menulis biodata seperti yang biasa dilakukan oleh anak SD, ia berujar lagi “Kenapa saya yang menulis? Biasanya kalau diwawancarai saya bicara saja, jurnalisnya yang menulis” lalu kujawab “Itu dia, kak! Luar biasanya saya!”. Demikianlah ia mulai menulis dengan terang diatas kertas putih yang tanpa merek tersebut setelah tertawa sebelumnya. Diuraikannya hal-hal dasar seperti kelahirannya yakni 24 April 1990 yang tanggalnya bertepatan ditulisnya La Marseillaise, lagu kebangsaan Perancis 198 tahun silam. Kemudian ia sekarang menimba ilmu di jurusan Teknik Informatika semester 6 dan berencana mengambil desain grafis untuk pemfokusannya. Ditengah penuturan akan visi dan misinya ke depan terkait profesi yang kini digelutinya yakni mahasiswa IT dan fotografer, penulis menilai ada semangat dan antusiasme yang tinggi. Hal ini terlihat dari bagaimana ia menceritakan awal ia tertarik dengan fotografi, saat SMA ia mulai menyukai gambar yang ada dimajalah, dan kerap berpikir kenapa hasil gambarnya bagus dan jelas? Apakah karena proses edit yang baik? Atau pengambilan gambarnya yang tepat? Hal tersebut ia rasa jauh berbeda dengan kamera ponsel yang biasa digunakannya. Saat itu pula ia mulai memantapkan diri untuk memilih Teknik Informatika, berawal dari kegemaran foto tadi. Selepas SMA dan menginjak tahun kedua di UIN Alauddin ia mulai memikirkan hal lain yang dapat menunjang kualitasnya sebagai lulusan IT, maka ia mulai berencana mengadakan organisasi yang mewadahi mahasiswa-mahasiswa yang gemar dengan dunia desain grafis untuk terjun didalamnya. Organisasi desain grafis yang oleh masyarakat awam disebut “dunia edit-edit” pada awalnya diberi nama RGB (Red, Green, Blue) atau dikenal sebagai dasar dari segala warna. Namun pada perkembangannya organisasi yang ia prakarsai bersama lima temannya yang lain mulai melebarkan sayap ke dunia fotografi, seiring dengan perubahan orientasi tersebut maka terjadi pula perubahan pada nama organisasi ini menjadi PIXEL. Pixel yang dimaksudkan kerapkali kita jumpai dibelakang hp dekat kamera tertera 2.0 megapixel, 1.0 megapixel, dan lainnya. Namun makna sebenarnya tidak sesederhana itu. Menurut narasumber yang kini  masih aktif di organisasi fotografi bernama Hitam Putih Fotografi itu pixel adalah titik yang terhubung satu sama lain dan memberikan serangkaian warna dan gambar. Filosofinya, diharapkan titik-titik kecil tersebut dapat menjadi awal dari sebuah bentuk utuh yang besar, dalam hal ini ia maknai sebagai pencapaian besar berawal dari usaha kecil yang secara konsisten bertumbuh dan berkembang.

Kembali pada awal ketertarikannya pada dunia fotografi, yakni bulan 8 tahun 2010 ia akhirnya mendapatkan kesempatan untuk memiliki sebuah kamera idaman setelah melakukan lobi intensif dengan keluarga selama berbulan-bulan. Dengan jurus andalan ditambah sugesti yang memadai maka pada semester empat ia mulai memperkenalkan visi dan misinya dalam menggabungkan hobi dan pendidikan, yakni fotografi dan IT (desain grafis). Ia  mencanangkan untuk memfokuskan diri dalam dunia tersebut sebagai bekal hidupnya kelak. Melihat kesungguhannya maka tak heran bila keluarga sangat mendukung dalam hal finansial dan do’a, paparnya sembari mengutak atik hp touch screen-nya yang berwarna pink.

Dalam mengambil objek foto ia cenderung menyukai tema-tema human interest, yakni kegiatan yang mudah menarik dan menyentuh aspek kemanusiaan kita. Karena menurutnya dengan memotret kegiatan manusia ia mendapatkan kesenangan tersendiri. “Dengan mendapatkan angle dan komposisi dari hasil motret karya yang saya hasilkan kelihatan lebih hidup ”. Tulisnya di secarik kertas putih tadi. Baru-baru ini ia meraih juara III dalam fotografi kontes yang bertema Pesta Kebudayaan Jepang di UNHAS. Sambil menuturkan sederet kemenangannya termasuk juara I di UMI dan juara Foto Favorit di UNHAS lagi, penulis lalu melempar pertanyaan “Bagaimana dengan UIN?”, walau sedikit syok ia akhirnya menuturkan isi pikiranya, menurutnya kendati UIN telah dikenal luas sebagai penghasil desainer-desainer berkualitas di luar namun belum pernah sekalipun ada kontes fotografi dan desain dalam skala besar di kampus hijau ini. Diantara pesimisme yang ia tampakkan, tiba-tiba ia berdalih “Tapi insya Allah dalam waktu dekat ini akan ada even besar dari teman-teman IT terkait fotografi dan desain.”, paparnya yakin. Dibalik gayanya yang terkesan sedikit cuek dan penuh lelucon, ia benar-benar meletakkan usaha yang keras dan konsisten pada bidang yang kini ia geluti. Ia berulang kali mengatakan pentingnya peran orang tua dalam memotivasi langkahnya hingga saat ini berada tepat dihadapan penulis untuk berbagi pengalaman.

Selain orang tua, ada seseorang yang sangat berjasa dalam proses pembelajarannya, beliau tidak lain adalah Abi Sija. Sosok senior yang begitu rendah hati dan memperkenalkannya dengan dunia fotografi secara perlahan. Dalam penuturannya terhadap sosok satu ini, ada emosi yang terlihat, perasaan yang sedikit berbeda dari awal pemrbincangan kami. Raut yang penuh canda itu tampak sedikit normal untuk beberapa menit ini. Ditahap ini ia mulai menjelaskan betapa berjasa orang itu. Ia menceritakan bahwa setelah dua bulan bergabung dalam komunitas Hitam Putih Fotografi akhirnya ia meraih juara I di UMI setelah serentetan kegagalan. Hal itu sangat tak terduga karena pengumumannya juaranya pada pukul 18.00 bertepaatn dengan jadwal prakteknya sehingga ia tak mendengar secara langsung namun melalui temannya. Tak terbayang perasaan senangnya saat itu.

Setalah bercakap kurang lebih 30 menit, penulis memutuskan untuk menyudahi karena narasumber dan penulis mempunyai jadwal kuliah saat itu. Dengan sedikit berharap Hasyaf menuturkan keinginannya untuk mengadakan photo session, workshop, dan photography training untuk para pemula. Sebuah keinginan yang sederhana dari calon fotografer besar, dan dituliskan dengan sederhana pula oleh calon jurnalis handal. Sepertinya simbiosis mutualisme berjalan dengan baik disini.

sekian.

“memotret sesederhana merekam momen penting yang tak mau kau lewatkan”
(eri)