Laman

Kamis, 30 Juni 2011

Hamid Awaluddin : Membawa Toleransi Rusia Ke Samata

Kamis, 30 Juni 2011

Bertempat di Lt. 4 Gedung Rektorat UIN Alauddin, berlangsung Kuliah Umum  dengan tema “ Islam dan Hubungan Bilateral Indonesia-Rusia” yang diselenggarakan oleh International Office dengan menghadirkan Duta Besar Indonesia untuk Rusia Prof. Dr. Hamid Awaluddin. “Kegiatan ini bertujuan positif bagi perkembangan hubungan bilateral Indonesia dan Rusia kedepannya, khususnya dalam mengupas perkembangan sejarah dan peradaban Islam di Asia Tengah”, tutur koordinator International Office yang juga Sekretaris Jurusan Ilmu Politik UIN Alauddin ketika ditanya tujuan kegiatan ini.
Bapak Dubes didampingi oleh Rektor UIN Alauddin Makassar

Dengan menggunakan kemeja biru tua polos dan dibiarkan tanpa dasi, penampilan mantan anggota KPU ini memberi kesan yang rileks dan nyaman bagi para audiens yang sebagian besar adalah mahasiswa, dosen, serta jajaran rektorat. “Hubungan Bilateral Indonesia-Rusia telah berkembang dengan sangat pesat. Termasuk di dalamnya perkembangan Islam di Rusia.” tutur beliau yang akrab disapa “Syech Awaluddin” oleh para mufti di Rusia. “ Hal ini,” lanjut beliau “Ditandai dengan pertukaran mahasiswa antar kedua negara, keamanan yang terjamin bagi TKI, kerjasama perbankan syariah, manajemen haji, industri garmen dan pariwisata.”
Bapak Prof. DR. Hamid Awaluddin menyampaikan kuliah umum
didepan civitas akademika UIN Alauddin Makassar

Hubungan bilateral yang semakin baik juga turut memberikan jaminan keamanan bagi  warga Indonesia di Rusia yang selama ini dianggap “terlarang” menginjakkan kaki  di bumi pertiwi. Kini  mereka dapat kembali pulang dan bertemu dengan sanak keluarga tanpa ada tekanan politik setelah berpuluh tahun lamanya berpisah. 

Tampak hadir Dirut PT Semen Tonasa, Sattar Taba (kemeja abu)
pada kuliah umum ini
Sebagai Duta Besar Indonesia untuk Rusia,  putra kelahiran pare-pare, Sulawesi Selatan ini menghimbau agar Indonesia senantiasa menjaga citranya sebagai negara dengan polulasi Islam terbesar dan paling toleran di dunia. Hal ini disampaikannya senada dengan maraknya aksi bom yang ditengarai dilakukan oleh kaum Islam radikal Rusia yang menuntut kemerdekaan (separatis). Namun ditengah hiruk pikuk anarkisme tersebut Indonesia tetap mendapat tempat yang baik bagi masyarakat Rusia sebagai muslim yang inklusif. Hal ini ditekankan oleh Bapak Hamid Awaluddin dalam petikannya berikut ini :

“Rusia akhirnya membuka diri kepada Indonesia, karena kita peduli pada mereka. Seperti itulah hidup, kepedulian kita pada orang lain akan membuka kepedulian orang lain kepada kita”
Hamid Awaluddin, 30 Juni 2011, UIN Alauddin Makassar

(eri)

4 komentar:

  1. errr.. komen disini atau di facebook?
    salah.. bisa di hapus ga nih?

    BalasHapus
  2. komen disini aja.

    .^^

    BalasHapus
  3. komen disini saja. gak papa.

    makasih sudah menyempatkan diri untuk baca yaa ...

    BalasHapus