Laman

Tampilkan postingan dengan label my daily notes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my daily notes. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Mei 2012

unik.

Beberapa hari ini ada banyak kisah yang belum sempat kusatukan. Entahlah kadang semuanya memang unik. 

Selamat !

begitu saja.

beda.

Mungkin karena berbeda, 

Aku berusaha mengelompokkan ratusan rasa ini ke kata "beda".

Bukankah kata "beda" sudah cukup berkata tidak.

Beberapa tahun lalu  bahkan hingga kini orang-orang mengatakan bahwa aku mati rasa, cold, too independent, arrogant, proud, etc. Sering mendengarnya bukan berarti bosan atau sudah tak peduli. Sebaliknya, perasaan seperti "benarkah?" "seperti itukah?" dan pertanyaan ambigu lainnya menyeruak. Entah aku sudah tak peduli atau terlampau sok tidak peduli akan hal itu.

Ada saat dimana beragam prioritas menggeser tegas satu jenis rasa.
Masa itu pernah ada bahkan mungkin hingga kini.
Rasa yang tak perlu ditahu karena tak kusuka berbagi..
 

Kamis, 08 Desember 2011

kupu patah

masih tak ada judul,

kupu-kupu pun tampak jadi kunang-kunang.

untunglah, aku berkenalan dengan senyum mereka di tengah sesak yang makin menjadi ini.

hai, apa kabar?

frasa ini mungkin membosankan. aku pun.

bisa.

harus bisa.
sulit, tapi bisa.

masih sesak di titik yang sama,
tapi sudahlah ...

"it will be better for us"

Jumat, 26 Agustus 2011

karena ini rencana-Nya

biasanya membuka blogger untuk sekadar mengecek perkembangan artis idola di korea sana. namun malam ini sedikit lain, ada hal beda.

batas.

itu yang kemarin sempat memenuhi batinku hingga sangat dilema.

seberapa tegaskah batas perempuan dan laki" dalam islam?

beberapa hari ini, aku menyendiri. sendiri. sempat sangat gamang bahkan ada momen dimana aku tak menyapa Tuhan. sekadar bertanya inikah ketetapannya? setegas inikah?

tak semua hal patut untuk terkatakan, kan? ada hal yang memang ta perlu bergeser kemana". dipikiran saja cukup karena pikiran mampu menjaga kemurniannya. inilah keputusan yang kuambil dan mungkin akan sulit untuk dinalarkan. ditengah segala warna putih yang bergeser menuju merah muda, ku hentikan proses itu. bukan lagi karena aku tak punya hati (postingan sebelumnya) namun sudah beranjak ke tahap berbeda. Tuhan. klasik, bukan? yah... ada rasa takut yang mungkin tak akan terpahamkan oleh lainnya.

mungkin butuh waktu untuk memahamkan. dan aku masih menunggu waktu yang tepat itu.

insya Allah segala yang bermuara pada keridhaan-Nya akan menghasilkan kekuatan iman Maha Dahsyat.
i do believe that, what about you?

Selasa, 09 Agustus 2011

setahun#1

mungkin dimensi otakku memang sedang gila, atau syaraf-syarafnya tidak terpasang dengan baik.
entah angin apa ini? aku ingin menulis segala yang tak pernah mau kutulis.

aku penyendiri. senang sendiri. dan damai dengan sendiri itu.
selama ini pun masih sama dengan hari kemarin, hingga ada yang mengganjal dan bagiku sesuatu telah berubah.

Tuhan, do'aku kali ini. aku rindu anak-anak. aku rindu bermain dengan mereka. aku rindu berhati baik.

sesuatu yang lenyap tak bersisa akhir-akhir ini.

sedang dia masih sama. tak berubah. masih begitu. dalam setahun ini.

ri

Rabu, 27 Juli 2011

ini itu

karena ada setumpuk kata yang tak perlu dibagi

biarkan terserak. biar saja

karena kata rapi bisa menegaskan hal yang abu

hal benar yang tak diinginkan.

biar saja.

itu

ada rasa yang tak mau kuglobalkan karena alasan privasi.

ada kecewa yang tak ingin kusingkap.

tapi tak mampu ku diam.

sekadar berucap "segala baik. dan baik segalanya"

.Ini menakutkan dan terjadi seakan dejavu yang telah kutebak alirnya.


rasa ini tentang aku, tentang ceritaku, tentang mata kacaku. tentang ku saja.
tak perlu lain.

ini

Malam ini pun seharusnya beda, seharusnya tenang.

t a k u t,

tak ada niat menguntai rasa itu.

Tanpa salah
Tanpa ragu
Tanpa permisi

Dan malam pun perlahan hadir.

Selasa, 31 Mei 2011

HURUF

mungkin benar aku hanya ingin cerita
karena ada setumpuk rasa yang teronggok mati di sudut hati dan pikiranku akhir-akhir ini.

kutinggalkan jejaring sosial satu itu, mungkin sementara mungkin juga selamanya. entahlah. ada rasa jengah membahas hari esok. biarkan saja begitu. kuberusaha "cuek" (kata andalan seorang kawan).

tampaknya sudah lama aku tak bersua dengan 26 huruf ini.


begitu lama.

ada rindu. sedikit. atau mungkin banyak. mungkin saja.

hey huruf-huruf, kau masih mengenalku?
kuharap kau tak pernah lupa serupa aku yang terlalu angkuh dengan aktifitas fisikku akhir-akhir ini.

huruf, bagaimana kabarmu? apa kau masih menjadi kekasih yang setia bagi kaum penyendiri?
atau telah bergeser menjadi sahabat pelipur lara bagi mereka yang lelah dengan hingar bingarnya?

sepertinya kau semakin sibuk.

apa kau tak lagi mengingatku? 
aku ... si gadis kecil lugu yang menyapamu tiap hari dengan catatan kecil warna hijau tuanya, 
atau ..

siswi berseragam putih-abu yang menghabiskan masa-masa istirahat dengan berbincang panjang lebar denganmu tentang Soe Hok Gie,
tentang Soekarno, 
tentang Hitler, 
tentang Soeharto
dan kecintaannya yang berlebihan akan nasionalisme, emansipasi, pembaharuan, dan hal-hal "wah" lainnya kala itu.
atau ..

ia yang menghabiskan waktu istirahatnya diatas balkon perpustakaan. membaca? bukan. ia tak begitu suka bacaan perpustakaan. ia hanya berdiri, sesekali tersenyum mencermati sekeliling, dan diam. hingga akhirnya jarinya pun menari dengan indah diatas catatan bermotif kotak hijau itu.
ingat? masih belum?

sudahlah .. tak perlu kau paksa, 
karena pemaksaan hanya akan semakin menggerus memorimu tentangku.

kemarin aku bertemu dengan gadis itu, ia menggelengkan kepala sejenak, memejamkan mata, tertunduk.
ternyata pelayaran Columbus benar, bumi memang berputar. putarannya acak. kau bahkan tak tahu disudut berapa dirimu saat ini?

huruf..
sudahlah mungkin kau memang tak perlu mengenalku,
biarakan saja begini. biarkan.

tapi apa kau benar-benar lupa ketika aku merasa rapuh dan larut dalam kekosongan identitas?
masa ketika aku dititik nadir kepercayaan diri. kau lupa?

aku meragu. 



tak perlu kau iyakan, karena hadirmu kala itu sudah lebih dari kata "iya"

Selasa, 05 April 2011

Malam yang sama

Ada saat dimana logika vakum sementara waktu, bukan untuk menepi ke dunia tanpa logika. Hanya sekadar istirahat, karena lelah itu benar-benar meletihkan.

Aku mencoba menerka proses yang sedikit penat ini, aku mulai beranjak dari titik yang membuatku bergeming beberapa masa ini.

Bersama mereka ada banyak cerita yang tak akan terbagi pada siapapun.

Aku berlari dengan sudut pandangku sendiri bertahun-tahun lamanya. Menerka jalan keluar sendiri dan berkutat degan kecemasan sendiri. Semua itu sudah cukup menggambarkan kecintaanku pada individualitas. Disaat awal mengenal mereka, berbagai arus yang bermakna skeptis menyeruak. Mereka bukan kawan yang baik, batinku. Bahkan tak akan menjadi baik, tapi waktu menjawab lain. Kau tahu kan, aku benci hal-hal yang penuh romansa, namun bersama mereka aku merasa masuk dalam dunia drama tentang persahabatan yang indah. Klasik, fantasi, menjemukan, namun mewakili asa banyak orang. Lagi-lagi Allah menyadarkanku.

Malam ini dingin,
masih seperti masa-masa lalu, saat kita saling bertukar pesan semangat perihal MLM
masih seperti ide gila berjalan kaki selepas maghrib dari TVRI sampai anjungan pantai Losari
masih seperti waktu kau larut dalam romansamu, dan kami tertidur pulas
masih seperti itu, namun sedikit asing.


Bukankah setiap malam punya bintangnya sendiri??
Dan saat ini bintang kita sedikit berbeda, namun masih di malam yang sama.


  
Tak ada yang kemana karena hanya ada masa untuk dimana.

Jumat, 25 Maret 2011

That Man

That Man by Hyun Bin taken from OST. Secret Garden



One man loves you
That man loves you wholeheartedly
He follows you around like a shadow everyday
That man is laughing and crying

Just how much…how much more do I have to gaze at you alone
This love that came like the wind
This beggar-like love
If I continue this way, will you love me?
Just come a little nearer…a little more
If I take one step closer to you, then you take two steps back
I who love you am next to you now
That man is crying.

That man is timid
So he learned how to laugh
That man has many stories that he can't even tell his best friend
So his heart is full of tears
That's why, That man
You, he loved you
Because you are just same as him
Yet another fool, yet another fool
Can't you hug me before you go?
I want to receive love, baby
Everyday in my heart,
Just in my heart,
I shout and
That man is next to her even today.

Do you know That man is me?
You're not pretending that you don't know, right?
You really don't know cause you're a fool.

Just how much... how much more do I have to gaze at you alone
This love that’s like a fool
This beggar-like love
If I continue this way, will you love me?
Just come a little nearer...a little more...
If I take one step closer to you, then you take two steps back
I who love you is next to you now
That man is crying.
Suddenly i remember you. Remember your cold-hearted who always keep me from a far. The one with strong will, who never take care of everything then become a good friend for me.

^_^
gomawo

Kamis, 24 Maret 2011

Intuisi

AKU AKAN TERBIASA.

Itu pasti. Masih dengan suara serak, kubulirkan kenyataan ini. Sebuah asa yang entah harus bermuara kemana? Tak ada yang lebih baik dari ini. Ku yakin. Meski kata egois dan individualis akan menghampiri perlahan.

Mak, sarangheyo … ditengah pasang surut proses ini masih kuyakinkan untuk menyempatkan cinta padamu. *_* . I’ll do my best till blood and tears can’t stop me.



Although it seems like a though road, I’ll keep on believing in Allah for thousands love that brought me up every time.

Masa yang mungkin tak mudah bagi gadis kecil sepertiku, tapi aku tahu aku adalah wanita luar biasa. Aku akan selalu mampu bergelut dengan berbagai sudut pandang, menganalisa, memilah, dan menyimpulkannya sendiri. Aku berhak untuk itu.

Saat bayang itu hendak mematrikan rasanya, aku menghindar. Bukan sekedar untuk mengamankan hatiku tapi untuk meyakinkannya bahwa aku membutuhkan aku lebih dari siapapun dalam kondisi apapun. Aku benci ketergantungan yang membuatku terlihat bernasib naas layaknya burung dara kecil yang terhempas dengan luka di sayap oleh tembakan pemiliknya. Kita tak pernah tahu kesiapan dan eksistensi mereka saat kita benar dalam kondisi “butuh”. Bukankah lebih baik mempersiapkan dirimu kuat dalam segala musim, memandirikan diri, dan bersahabat dengan tantangan sedini mungkin. Saat dimana anak lain masih berkutat dengan kisah ababilnya, aku telah belajar untuk mendewasakan diri demi kata yang disebut “keluarga”. Aku mematrikan diri sebagai pejuang setidaknya untuk adik-adikku. Kalau kau katakan aku mati rasa, bisa benar bisa juga tidak. Benar kalau kau mempersempitnya dalam hubungan pria-wanita, namun akan salah bila kau mengaitkannya dengan kata pendidikan dan keluarga. Karena aku sudah cukup dewasa untuk hal itu.



Remove,
sorry but it’ll be better.

Dalam perjalanaan mengenalmu, kau adalah salah satu teman terbaik yang mungkin takkan kutemukan lagi dalam masa berikutnya. Dan berawal dari pemahaman inilah, aku memutuskan untuk memberimu ruang dalam keakuanmu.

Hanya ruang. Maaf.

Ternyata dalam diam pun kita masih berseteru dengan kemasing-masingan yang berpersepsi berbeda.

Aku bukan tak mengenal kata “hati”, namun hal seperti ini memang bukan bahan yang menarik untuk kudiskusikan pada siapapun. Aku memilih untuk merangkainya jadi prosa yang tepat sekedar untuk mencukupi  kebutuhan menulisku yang harus menyetor 180 karya per tahun, atau 15 karya perbulan.
Ironis bukan?

Terserah.

Bukankah telah kupaparkan dengan bahasa lugas bahwa aku bukan sosok aktris di drama korea yang cantik, imut, lugu, penuh pesona, ceria, lembut, dan sangat menyentuh hati saat ia menatap lawan mainnya.

Tidak

Aku jauh dari itu, aku petarung.
Aku menyebutnya demikian karena aku memang demikian.

Kurasa tak ada yang salah karena setiap orang memang berhak. Kau berhak menemukannya, dan kuberhak dengan diriku. Setiap keberhakan yang berharap tak bersinggungan.

Sekali lagi biarkan saja segalanya begitu.

Kamis, 17 Maret 2011

in one night

Sepertinya kau menaruh harapan pada orang yang salah.


dia tak punya hati.
mati rasa
berbeda sendiri diantara kaumnya
dia tak lembut, halus, indah, seperti pada umunya



Dia hanya takut keakuannya melukai siapa saja disekitarnya.
Aku mengenalnya cukup lama. Dan aku tahu bagaimana malam yang ia hadapi sendiri kadang harus takluk pada ketidakpedulian. Mungkin kata peduli sudah lama hangus dalam kosa katanya. Ia tak semenawan kau melihatnya diluar. Dia bisa mencekammu dalam senyum tulusnya. Ia acapkali menakutkan, dan aku terlalu prematur untuk memahami maksudnya.

Dibawah matanya yang sementara teduh untuk sudut tajam yang abadi, kau akan temukan bayangan hitam. Ia seperti itu. Hanya selaksa yang berkilau disisi luar namun remang didalam.


Jumat, 18 Februari 2011

Masih dengan jemari amatir diatas keyboard ...

Just take a little fresh air, suddenly remember of you all.

Hey, how are you nowadays? is it still tough?
I miss every little things that you gave me. Uniform, simple lunch, money, laugh and endless support.

Sebenarnya tak ada yang menarik.

Hanya ada sekumpulan foto yang memenuhi akun fb kita.


Entah siapa pengarah gaya saat itu, kenapa kita harus menunjuk? apa yang kita tunjuk? mimpi kah yang kita maksud? sesuatu yang jauh disana? atau untuk seseorang yang kelak melihat foto kita, dan terkesima akan penghargaan istimewa ini (ditunjuk, red). 

Saat tawa kita masih sama. 

Entahlah... aku hanya merasa ada part yang hilang dalam pertemuan kita akhir-akhir ini.

Mungkin hanya aku yang berinisiatif konyol seperti ini. Mengharapkan pujian kalian akan tulisanku yang mungkin semakin bagus, secara tidak langsung memperkenalkan blog baruku, atau sekedar mengetuk nurani kalian bahwa aku perhatian bahkan hyper-perhatian[!].

Aku masih mengutak atik potret kita di akun fb masing masing, sayangnya dari sekian fb yang kukunjungi sudah sangat jarang yang menyimpan kenangan kisah klasik (hanya bila kita sepakat menyebutnya demikian, red).

Kebersamaan dulu

Dunia maya acapkali menjadi kambing hitam akan raga kita  yang mulai malas untuk bertemu, namun tanpa dunia maya akankah raga kita masih juga tergerak untuk bertegur sapa??

Ada banyak untold stories nowadays. Sesuatu yang tak bisa kita nyatakan gamblang karena alasan pertemanan yang bagiku sangat tidak masuk akal. Bukankah hal paling dasar dari hubungan apapun, termasuk pertemanan adalah keterbukaan, kejujuran, dan penerimaan atas semua itu. Namun mungkin kita semua telah bertumbuh, aku tak mau menyebutnya berubah. Sudah terlalu banyak pertimbangan sehingga kita memilih diam. Diam yang pada akhirnya menyudutkan satu pihak. Sadar tidak? ketika kita merasa telah menyakiti pihak lain dan tidak mengungkapkannya, maka itu adalah pembenaran bagi diri kita. Pembenaran karena telah berhasil menghapuskan sesal salah itu dengan melihat kesakitan pada kita dan membandingkannya dengan pihak lain yang tampak riang dalam ketidaktahuannya. Tapi pertanyaannya lagi, seberapa yakin kita bahwa dia, mereka, beliau, atau sapapun itu "benar-benar tidak tahu"?? sama sekali tidak tahu?? 

i extremely doubt for that.

Lupakan tentang itu, aku telah belajar banyak dari kalian. Sangat banyak. Tentang berbagai untold stories yang naasnya harus kuketahui dan kututup serapat mungkin. Tentang kalian yang dengan sangat tega memaksaku menggunakan segala rupa topeng untuk menutupi "tentang" kalian. Padahal kalian sangat tahu aku tak suka hal seperti itu. Tidak suka. Pertanyaannya kemudian adalah "kenapa kalian memilihku?" "kenapa harus aku yang cerewet ini?" "tidak takutkah kalian?" "bukankah aku sangat kekanakan bagi kalian?"

Apa kalian bisa mendengar? Aku seolah tak tahu apapun. Tidak tahu. Dan aku memang tak ingin tahu. Tapi kenapa kalian memberi tahu?

Mungkin sajak ini yang bodoh, atau penulisnya yang serba kekurangan, tidak mungkin kalian. Kalian adalah sekumpulan orang cerdas yang sangat memukau kemampuannya. Tidak mungkin kalian yang bodoh. Bukan.

I'm not a silent one who can keep it all easily, not too a cheerful one who can smile and laugh all day.
I'm just a stranger in front of you.

Tetaplah disitu, tetaplah dalam kisah klasik. Walau mungkin telah usang.
Sometimes, it's not they don't care about you, but you cared too much about them. #DRT
 #alasankonyolyangmembuatkutakinginberanjakdarikalian[!]

5 Orientasi Mahasiswa pengguna FB

Berikut adalah hasil pikir" acakku tentang Garis-Garis Besar Haluan FB masa kini (:D). Ini 100% Subjektivitasku. Jadi kebenarannya masih diragaukan kecuali untuk diri sendiri. Ini terinspirasi dari status, notes, photos, dan kiriman kawan" di monazite. Tanpa ada penelusuran secara ilmiah, karya alamiah ini hadir dihadapan anda, menjawab segala yang tidak dipertanyakan, menerobos segala ruang dan waktu. dijamin sembuh bapak-bapak ibu, mau sakit tulang, sakit perut, sakit gigi, sakit jantung, hanya satu obatnya bapak-bapak ibu-ibu, skali diminum dua tiga pulau terlampau (lho? kok jadi jual obat?). Bacami deh...

Check this out, mamen :'))

1.Organization-oriented : aktif berorganisasi sehingga penuh dengan atribut keorganisasiannya. Kerjaannya as u know rapat, proposal, pengkaderan, bakti sosial, seminar dan lain"(hhe... rata" pada banyak fans nya tuh kesannya keren (?)). Jago retorika, famous, smart, pokoknya eye catching, you catching lah??


2.Travel-Oriented : jadi petualang ke berbagai daerah hingga seluruh potretnya berkisah tentang perjalanannya. Ini nih, tiap liat status ehh... udah ada di halmahera (ada yg ngerasa nih), di jogja, di solo(ehmm...). Orangnya easy going, tapi sebagian besar sih... pada pengen ngelepas setres. Makanya tujuan utama mereka ke sungai amazon ketemu Piranha ma Buaya (hha... canda ding ;) !
3.Business-oriented : fokus dengan bisnis, sehingga semuanya tentang online-marketing. Buat persiapan masa depan jek (ojek)!! Young Entrepreneur wannabe. Wah gua sih maunya masuk disini aja. :D. Sukses muda, siapa kagak mau. Pokonya tiap photos n notes, bahkan messages nya ttg business yg sedang digeluti (kadang gua tepar juga liat tman satu ini, tapi salam sukses mamen!!). Whatever kata org jalan terus saja, kl ketemu lorong buntu, yah hubungi saja 140245 (??)


4.Academic-oriented/Study-oriented: isi dinding seputar seminar, jadwal lab, paper, dan hal-hal yang berbau kuliahisme. Nah ini dia contoh mahasiswa teladan, paper selalu komplit, mid and final pasti datang (yeeyy... kl gak datang mah parah), IPK 3.5 above dah. Trus jadi idaman kaum yg menomorsatukan "smart". Habis S1, S2, S3, Trus insya Allah Prof :)). Tanpa orng" seperti ini hidup kalian kacau men, coba pikir sapa yg mau kerjain tugas duluan?sapa yg mau belajar tiap malam untuk kalian contekin besok? Siapa?? (lha emangnya sipa?)

 5.Self-Oriented/Daily-activities : men-update segala pikirannya, siklus hidup yang up-down, hobi, dan daily habits lainnya. Ini gampang banget ditebak. Pokoknya kl yang statusnya "sakit", "lapar", "kamu kok gitu", "wahh... sm*sh bakalan tayang di tv. Luv sm*sh" nah ini nih yg daily life oriented. Update mang (hhe... actually z sangat terwakilkan di bagian ini :D). Aplg kl ttg korean. eri banget :))
Kalau dari 5 tipe diatas tak ada yang mewakili kalian, maka bentuklah orientasi kalian sendiri. Bukankah hidup adalah tentang orientasi. Perihal apa yang telah kita tuju, apa yang sekarang hendak kita tuju, dan pada akhirnya kemana kita akan menuju.

SETUJU?? #genapgenapinkata"uju"doang
udah akh... mending kl lu baca, kl kagak? hhe... kagak penting juga sih.. :D

Jumat, 11 Februari 2011

Thanks for being a little girl

 
Everyone can see
There's a change in me
They all say I'm not the same
Kid I use to be

Don't go out and play
I just dream all day
They don't know what's wrong with me
And I'm too shy to say

It's my first love

What I'm dreaming on
When I go to bed
When I lay my head upon my pillow

Don't know what to do

My first love
He thinks that I'm too young
He doesn't even know
Wish that I could tell him what I'm feeling

'cause I'm feeling my first love

Mirror on the wall
Does he care at all
Does he ever notice me
Does he ever found

Tell me teddy bear

My love is so unfair
Will I ever found away
An answer to my pray

For my first love...

Nikka Costa, My First Love)

Actually I don't know, why this song really attract me. First time listen it, i like the melody and her pure voice. Truly natural voice

But as time goes by, i found that this song have a great message about a little girl's feelin'.

You know, boy? You'll never know what happen behind you.
N.E.V.E.R

You'll never realize it. 
You'll never know how much tears fall just for you
You'll never know how much pain hidden in her cheer

A little girl is the one who keep smile, talk, run, laugh all the day

She is a mysterious and pure-hearted one

The one who stalk to you everyday through out your night to enter in your dream

A sparkle one who shine your day without your notice



erifa mazalrhy

Sabtu, 05 Februari 2011

Terperangkap

Hanya hitungan hari aku merasa terjebak lagi. Bukankah aku memang tak suka musik indonesia, semua yg terkait musik beraroma roman picisan adalah selaksa nada yang tak kusuka.

Tak suka

Entahlah.
Terserah.
Oh.

Mungkin tak ada yang suka, tapi kalau kau pkir aku akan mengambil kepedulian pada hal tersebut.

Tidak, kawan!

Essay ini tak jelas? sengaja. aku tak suka kejelasan serupa aku memilih abu-abu diatas hitam-putih.

Selasa, 01 Februari 2011

He is gay, so what?

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Nice to see you again, bloggie!

How are you nowadays?

Akhir" ini segalanya menyenangkan, temanku slalu mengingatkan pentingnya bersyukur. Hal sederhana yang membuatmu luar biasa.Ternyata benar.

Hari ini Allah menyapaku dengan senyum khas-Nya. Awalnya kupikir kak ibe adalah orang cerdas yang arogan ternyata tidak. Dosen muda yang berwawasan luas ini tak seperti yang kubayangkan. Berbagai desas desus perihal "orientasinya" pada awalnya membuatku risih, terlebih lagi hasil blow-up teman" yang kadang berlebihan. Namun peristiwa tadi siang membuka mataku akan sisi humanisnya. 

Jujur akhir" ini beban pikiranku tertumpu pada pembayaran SPP yang nyaris jatuh tempo sedang aku masih minus Rp 300,000. Gaji yang kuperoleh dari menjaga warnet yakni Rp 500,000 tlah berkurang Rp 200,000 karena banyaknya keperluan lain yang tak kalah mendesak. Kupikirkan sendiri segalanya, ironis memang tapi itulah aku. senang menyelesaikan masalahnya sendiri. Karena bagiku kuliah bukan sekedar rantai hidup yang kujalani sesuai dengan siklus alam (sekolah-kuliah-kerja-kawin). Lebih dari itu kuliah adalah pilihanku dalm hidup, sebuah keputusan yang kuambil dan mutlak untuk kupertanggungjawabkan.

Kembali ke kak ibe', ditengah kebingunganku untuk minta pinjaman karena bosku sepertinya tak memungkinkan, akhirnya kuputuskan 2 nama, yakni dosen ilmu alamiah dasar dan dosen bhs inggris. Ibu Dewi dan kak Ibe'. Dan setelah membahasnya dengan Eqhy, keputusan jatuh ke kak Ibe'. Dengan wajah pucat yang diceria-ceriakan, kami ke ruangan beliau. Beliau dengan sangat ramah bertanya keperluan kami. Aku hanya bisa diam sembari celingak celinguk pucat, harap-harap tak ada orang yang dengar. 

"kenapa? nilaimu?"
"hhee... bukan pak"
"apa ji?"
"ndak enak bicara disini pak"
"mdede... apa kah?"
"hhee... "
Setelah beberapa saat akhirnya kami berempat masuk diruangan yang berisi satu ibu".

"aman" seloroh kak ibe' sambil tersenyum

Demi menghindari kesan memalukan akhirnya kuputuskan untuk keluar bersama Darni, dan Eqhy lah yang berbicara pada kak Ibe'

"......" pembicaraan Eqhy dan kak Ibe'.

Entah apa yang terjadi namun sesekali Eqhy keluar bertanya kapan saya memerlukannya. Dan kusebut esok. Beberapa saat kemudian Eqhy keluar membawa uang Rp 200,000. Jujur perasaanku ketika menerima uang itu+senyum khas kak Ibe' yang cuek=sesal. Bukan karena harus meminjam uang, tapi lebih dari itu aku harus mendapatkannya dari orang yang telah kuzalimi. Ini jauh lebih ironis. Tiba" siluet masa" awalnya mengajari kami, kesan kesombongan yang menyeruak, tak henti memuji diri sendiri  membuatku ingin mual, hal ini diirningi desas desus bahwa ia transeksual. Pada saat-saat itu, aku benar memandangnya sebelah mata. 

Hingga aku terhadapkan oleh kenyataan bahwa aku memerlukan bantuannya. dan dia membantu

Segala kontradiksi ini akhirnya harus sepakat, Beliau adalah kesatuan Yin dan Yang dalam teori China. Sifat hitam putih yang menyatu. Bukankah setiap orang memang terlahir dengan sisi gelapnya masing-masing? Sisi yang sangat beruntung bila kau ketahui, namun sebanarnya tak penting juga untukmu . 

Terlepas dari stigma GAY yang melekat

you're an inspiring one, pak!
and last but not least i will pay it sooner pak! hhe...

big thanks ^_^