Laman

Sabtu, 02 Mei 2015

Here I am

lama sudah,
jemariku tak menemukanmu, teman

sekarang saya sudah sarjana,
IPK cumlaude dalam 3 tahun 5 bulan.

prestasi yang membanggakan bagi keluarga,
untukku? alhamdulillah,
lebih dari itu kebahagiaan terbesarku adalah membersamai-Mu

tinggal 2 bulan lagi aku di makassar,
selanjutnya kakiku akan berkelana menyusur pulau di tengah Indonesia,
pun di tengah pulau tersebut

belajar menemukan makna pendidikan,
iya, ini akan menjadi perjalanan penuh makna.

oiya, sekarang, saya sudah menjadi dosen di dua institusi pendidikan
tampak jauh lebih cepat dari yang seharusnya.

benar itu,
seperti itulah ketika Alloh berencana,
takkan terduga masanya.

pun pada-Mu, hanya cinta tertatih yang kumiliki,
semoga ku tetap istiqamah di jalan-Mu

Selasa, 22 Mei 2012

unik.

Beberapa hari ini ada banyak kisah yang belum sempat kusatukan. Entahlah kadang semuanya memang unik. 

takut.

Karena semua terjadi begitu saja dan ada rasa takut disini.

Selamat !

begitu saja.

beda.

Mungkin karena berbeda, 

Aku berusaha mengelompokkan ratusan rasa ini ke kata "beda".

Bukankah kata "beda" sudah cukup berkata tidak.

Beberapa tahun lalu  bahkan hingga kini orang-orang mengatakan bahwa aku mati rasa, cold, too independent, arrogant, proud, etc. Sering mendengarnya bukan berarti bosan atau sudah tak peduli. Sebaliknya, perasaan seperti "benarkah?" "seperti itukah?" dan pertanyaan ambigu lainnya menyeruak. Entah aku sudah tak peduli atau terlampau sok tidak peduli akan hal itu.

Ada saat dimana beragam prioritas menggeser tegas satu jenis rasa.
Masa itu pernah ada bahkan mungkin hingga kini.
Rasa yang tak perlu ditahu karena tak kusuka berbagi..
 

Kamis, 08 Desember 2011

kupu patah

masih tak ada judul,

kupu-kupu pun tampak jadi kunang-kunang.

untunglah, aku berkenalan dengan senyum mereka di tengah sesak yang makin menjadi ini.

hai, apa kabar?

frasa ini mungkin membosankan. aku pun.

bisa.

harus bisa.
sulit, tapi bisa.

masih sesak di titik yang sama,
tapi sudahlah ...

"it will be better for us"

Jumat, 26 Agustus 2011

karena ini rencana-Nya

biasanya membuka blogger untuk sekadar mengecek perkembangan artis idola di korea sana. namun malam ini sedikit lain, ada hal beda.

batas.

itu yang kemarin sempat memenuhi batinku hingga sangat dilema.

seberapa tegaskah batas perempuan dan laki" dalam islam?

beberapa hari ini, aku menyendiri. sendiri. sempat sangat gamang bahkan ada momen dimana aku tak menyapa Tuhan. sekadar bertanya inikah ketetapannya? setegas inikah?

tak semua hal patut untuk terkatakan, kan? ada hal yang memang ta perlu bergeser kemana". dipikiran saja cukup karena pikiran mampu menjaga kemurniannya. inilah keputusan yang kuambil dan mungkin akan sulit untuk dinalarkan. ditengah segala warna putih yang bergeser menuju merah muda, ku hentikan proses itu. bukan lagi karena aku tak punya hati (postingan sebelumnya) namun sudah beranjak ke tahap berbeda. Tuhan. klasik, bukan? yah... ada rasa takut yang mungkin tak akan terpahamkan oleh lainnya.

mungkin butuh waktu untuk memahamkan. dan aku masih menunggu waktu yang tepat itu.

insya Allah segala yang bermuara pada keridhaan-Nya akan menghasilkan kekuatan iman Maha Dahsyat.
i do believe that, what about you?

Selasa, 09 Agustus 2011

setahun#1

mungkin dimensi otakku memang sedang gila, atau syaraf-syarafnya tidak terpasang dengan baik.
entah angin apa ini? aku ingin menulis segala yang tak pernah mau kutulis.

aku penyendiri. senang sendiri. dan damai dengan sendiri itu.
selama ini pun masih sama dengan hari kemarin, hingga ada yang mengganjal dan bagiku sesuatu telah berubah.

Tuhan, do'aku kali ini. aku rindu anak-anak. aku rindu bermain dengan mereka. aku rindu berhati baik.

sesuatu yang lenyap tak bersisa akhir-akhir ini.

sedang dia masih sama. tak berubah. masih begitu. dalam setahun ini.

ri

Rabu, 27 Juli 2011

ini itu

karena ada setumpuk kata yang tak perlu dibagi

biarkan terserak. biar saja

karena kata rapi bisa menegaskan hal yang abu

hal benar yang tak diinginkan.

biar saja.

itu

ada rasa yang tak mau kuglobalkan karena alasan privasi.

ada kecewa yang tak ingin kusingkap.

tapi tak mampu ku diam.

sekadar berucap "segala baik. dan baik segalanya"

.Ini menakutkan dan terjadi seakan dejavu yang telah kutebak alirnya.


rasa ini tentang aku, tentang ceritaku, tentang mata kacaku. tentang ku saja.
tak perlu lain.

ini

Malam ini pun seharusnya beda, seharusnya tenang.

t a k u t,

tak ada niat menguntai rasa itu.

Tanpa salah
Tanpa ragu
Tanpa permisi

Dan malam pun perlahan hadir.

Kamis, 30 Juni 2011

(Wawancara Eksklusif) Hamid Awaluddin : Rusia Pun Sudah Lupa Marxisme

Ada sedikit keraguan untuk menemui Bapak Prof. DR. Hamid Awaluddin sesaat setelah ia membawakan materi pada Kuliah Umum berjudul "Islam dan Hubungan Bilateral Indonesia-Rusia". Penulis mengalami berbagai macam perasaan yang sebenarnya bermakna minder. Setelah mencari kesana kemari, penulis mendapat informasi bahwa Bapak Hamid Awaluddin berada di ruang Rektor UIN Alauddin Makassar. Beliau berbincang santai dengan petinggi rektorat bersama Dirut PT. Semen Tonasa.

Dubes berbincang bersama Rektor UIN Alauddin dan Dirut PT. Semen Tonasa

Perbincangan yang tertutup tersebut berlangsung beberapa menit. Dan penulis sama sekali tidak diperkenankan memasuki ruangan, Alhamdulillah Bapak Ali, asisten Rektor, bermurah hati membagi hasil fotonya kepada penulis. Tentu saja ini pun tak mudah karena penulis harus meminta izin berupa nota persetujuan kepada bagian Humas UIN Alauddin untuk mencegah segala bentuk penympangan dikemudian hari. Nota yang telah diberikan kepada penulis langsung saja diserahkan kepada Pak Ali yang kemudian mempersilakan pegawai untuk memberi soft file-nya. Kak Dian, staf rektorat, juga sangat berperan dalam wawancara ini, ia meminjamkan Flashdisk bagi penulis. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Mantan Mentri Hukum dan HAM ini pun keluar dan dengan sangat ramah menyempatkan penulis untuk mewawancarainya.

Penulis meminta izin wawancara

Berikut petikan wawancaranya :

Penulis : Maaf pak, bisa foto bersama? (prolog)

Bapak Dubes : Oh, bisa. Kalau hanya foto, masa' tidak bisa. (senyum ramah sembari berfoto)

Penulis : Maaf lagi, pak. kalau wawancara sebentar. Bisa? (mulai masuk ke acara inti)

Bapak Dubes : Oh. Itu... yasudah ayo... (sambil mengarahkan penulis untuk keluar ruangan)

Proses wawancara sesaat sebelum Bapak Dubes meninggalkan
UIN Alauddin Makassar

Penulis : Bapak mengatakan bahwa terjadi perkembangan yang sangat signifikan di bidang kedokteran dan teknologi di Rusia, lalu bagaimana dengan ilmu sosial dan politik?

Bapak Dubes : Ilmu sosial dan politik juga sama dengan sains. Semuanya mengalami perkembangan yang baik disana. Karena saat ini perlengkapan Rusia sangat memadai untuk berkembangnya pengetahuan.

Penulis : Saya adalah mahasiswa jurusan Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar yang saat ini baru angkatan ketiga. Bagaimana dengan kesempatan melanjutkan pendidikan kesana?

Bapak Dubes : Oh, sangat baik. Dan sekarang kerjasama pendidikan seperti pertukaran mahasiswa sudah mulai berjalan dengan baik dan lancar. Bahkan saya sudah mulai merancang pertukaran professor.

Penulis : Lalu apakah ada intervensi antara faham komunis yang melekat dengan citra Rusia dengan perkembangan ideologi ilmu sosial dan politik disana?

Bapak Dubes : Oh. Hal seperti itu sudah tidak ada lagi, bahkan cenderung menghilang dari perbincangan masyarakat.

Penulis : Bagaimana dengan pemuda disana? Apakah mereka juga menganggapnya sudah hilang?

Bapak Dubes : Pemuda disana justru tidak mau lagi mengenal kata komunisme atau bahkan Marxisme. Mereka sudah melepasnya dan menyambut pemikiran-pemikiran baru.

Penulis : Baik, terima kasih atas waktunya, pak!

Bapak Dubes : Iya, sama-sama

Penulis : Assalamu 'Alaikum

Bapak Dubes : Wa 'Alaikum Salam (bersegera memasuki lift bersama petinggi rektorat).

Demikian petikan wawancara penulis bersama pejabat sederhana dan ramah ini.
.
Berikut biografi beliau yang penulis kutip dari wikipedia :

Hamid Awaluddin, Ph.D. (lahir di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, 5 Oktober 1960; umur 50 tahun) adalah Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia sejak 8 April 2008. Ia pernah menjadi Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada Kabinet Indonesia Bersatu dari 20 Oktober 2004-8 Mei 2007. Pada 7 Mei 2007, ia digantikan Andi Mattalata lewat sebuah perombakan kabinet tahap kedua yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Presiden, Jakarta.

Ia menempuh pendidikan sarjana hukumnya di Universitas Hasanuddin dan meraih gelar doktor pada tahun 1998 di American University, Amerika Serikat. Sebelum menjadi menteri, Awaludin pernah menjadi anggota Komisi Pemilihan Umum. Saat masih berstatus mahasiswa, ia aktif di Himpunan Mahasiswa Islam Makassar, Sulawesi Selatan. Hamid juga menjadi wakil Indonesia dalam penandatanganan MOU perdamaian dengan Gerakan Aceh Merdeka.


Penulis berfoto bersama Bapak Dubes dan koleganya
sesaat sebelum wawancara

Penulis benar-benar berterima kasih kepada semua pihak atas kesempatan langka ini, insya Allah ini adalah langkah awal penulis untuk menghasilkan berita-berita baik, bermanfaat, dan dapat menginspirasi banyak orang. Sekali lagi, terima kasih.

Terima kasih, Bapak prof. DR. Hamid Awaluddin,
suatu hari saya ingin jadi diplomat seperti, Bapak!

Hamid Awaluddin : Membawa Toleransi Rusia Ke Samata

Kamis, 30 Juni 2011

Bertempat di Lt. 4 Gedung Rektorat UIN Alauddin, berlangsung Kuliah Umum  dengan tema “ Islam dan Hubungan Bilateral Indonesia-Rusia” yang diselenggarakan oleh International Office dengan menghadirkan Duta Besar Indonesia untuk Rusia Prof. Dr. Hamid Awaluddin. “Kegiatan ini bertujuan positif bagi perkembangan hubungan bilateral Indonesia dan Rusia kedepannya, khususnya dalam mengupas perkembangan sejarah dan peradaban Islam di Asia Tengah”, tutur koordinator International Office yang juga Sekretaris Jurusan Ilmu Politik UIN Alauddin ketika ditanya tujuan kegiatan ini.
Bapak Dubes didampingi oleh Rektor UIN Alauddin Makassar

Dengan menggunakan kemeja biru tua polos dan dibiarkan tanpa dasi, penampilan mantan anggota KPU ini memberi kesan yang rileks dan nyaman bagi para audiens yang sebagian besar adalah mahasiswa, dosen, serta jajaran rektorat. “Hubungan Bilateral Indonesia-Rusia telah berkembang dengan sangat pesat. Termasuk di dalamnya perkembangan Islam di Rusia.” tutur beliau yang akrab disapa “Syech Awaluddin” oleh para mufti di Rusia. “ Hal ini,” lanjut beliau “Ditandai dengan pertukaran mahasiswa antar kedua negara, keamanan yang terjamin bagi TKI, kerjasama perbankan syariah, manajemen haji, industri garmen dan pariwisata.”
Bapak Prof. DR. Hamid Awaluddin menyampaikan kuliah umum
didepan civitas akademika UIN Alauddin Makassar

Hubungan bilateral yang semakin baik juga turut memberikan jaminan keamanan bagi  warga Indonesia di Rusia yang selama ini dianggap “terlarang” menginjakkan kaki  di bumi pertiwi. Kini  mereka dapat kembali pulang dan bertemu dengan sanak keluarga tanpa ada tekanan politik setelah berpuluh tahun lamanya berpisah. 

Tampak hadir Dirut PT Semen Tonasa, Sattar Taba (kemeja abu)
pada kuliah umum ini
Sebagai Duta Besar Indonesia untuk Rusia,  putra kelahiran pare-pare, Sulawesi Selatan ini menghimbau agar Indonesia senantiasa menjaga citranya sebagai negara dengan polulasi Islam terbesar dan paling toleran di dunia. Hal ini disampaikannya senada dengan maraknya aksi bom yang ditengarai dilakukan oleh kaum Islam radikal Rusia yang menuntut kemerdekaan (separatis). Namun ditengah hiruk pikuk anarkisme tersebut Indonesia tetap mendapat tempat yang baik bagi masyarakat Rusia sebagai muslim yang inklusif. Hal ini ditekankan oleh Bapak Hamid Awaluddin dalam petikannya berikut ini :

“Rusia akhirnya membuka diri kepada Indonesia, karena kita peduli pada mereka. Seperti itulah hidup, kepedulian kita pada orang lain akan membuka kepedulian orang lain kepada kita”
Hamid Awaluddin, 30 Juni 2011, UIN Alauddin Makassar

(eri)

Selasa, 31 Mei 2011

Wanita Lebih Cepat Dewasa?

TRIBUNNEWS.COM – Dibandingkan dengan kaum laki-laki, wanita memang lebih cepat dewasa. Wanita lebih mudah mengatur kesejahteraan psikologis mereka dibanding laki-laki setelah masa remaja. 

Peneliti dari Departemen Psikologi Univercity of Alberta, Kanada Nancy Galambos mencoba mempelajari bagaimana remaja usia 18 sampai 25 tahun melakukan transisi dari remaja ke dewasa.

Menurut penelitian tersebut dikatakan perempuan memiliki tingkat yang lebih tinggi untuk gejala depresi dan rendah harga diri dibanding laki-laki seusia mereka.

Remaja merupakan tahap transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dengan dewasa secara penuh. Seiring bertambahnya waktu, secara biologis mereka mengalami perubahan menjadi orang dewasa. Tetapi secara emosional bisa jadi tidak sepenuhnya matang.

Hasil lainnya menunjukkan, meskipun mereka sudah menjadi dewasa dan dihadapkan dengan keragaman pilihan hidup, wanita terlihat lebih mudah berdamai dengan diri mereka sendiri ketika menginjak usia 20-an.

Penelitian lainnya yang diumumkan dalam Journal Developmental Psychology menambahkan kalau kemampuan mengatur psikologis dalam diri wanita menjadikan wanita lebih mudah menerima kesetaraan gender yang biasanya bergejolak pada masa remaja.

Saat remaja laki-laki lebih membeda-bedakan mana yang memang pantas dilakukan laki-laki dan mana yang hanya pantas dilakukan oleh wanita.

"Fakta bahwa wanita muda lebih cepat dewasa dibanding laki-laki muda memang sudah sering kita dengar, tapi penelitian ini adalah kejutan yang bisa melengkapi cerita yang ada," ujar Galambos.

Gejala Dehidrasi




SERING merasa haus yang 'amat kering' sampai menjadi lemas? Bisa jadi Anda mengalami dehidrasi. Perlu diketahui seperti apa tanda-tandanya.

Hidrasi dikenali sebagai kondisi terjadinya keseimbangan cairan dalam tubuh dan merupakan sinyal penting untuk menjamin fungsi metabolisme sel-sel tubuh agar tubuh berfungsi optimal. Sedangkan dehidrasi, proses kehilangan cairan dari dalam tubuh.

Untuk mengganti cairan tubuh yang hilang di setiap saat, diharuskan mengonsumsi air dalam jumlah yang cukup. Sehingga, keseimbangan cairan tubuh (hidrasi) tercapai. Kebutuhan akan cairan tubuh dapat dipenuhi dari minuman (selain dari air minum, dapat juga diperoleh dari jus, teh, kopi), termasuk dari makanan (buah dan sayuran serta hidangan makanan yang berkuah.

Pada Pedoman Umum Gizi Seimbang disebutkan orang dewasa (di Indonesia) disarankan minum minimal 2 liter atau 8 gelas air setiap hari. Itu untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh serta menjaga kesehatan.

Selain karena kurangnya asupan cairan dari minuman dan makanan dibandingkan dengan banyaknya kehilangan cairan, dehidrasi berkaitan dengan kadar garam mineral (terutama Natrium dan Kalium) di dalam tubuh, oleh muntah, diare, demam, penggunaan obat yang menyebabkan banyak kencing, keringat berlebih karena cuaca panas, atau pada mereka yang sedang puasa minum dan makan.

Selain kehilangan air saat beraktivitas sehari-hari, saat tidurpun kita kehilangan air dalam jumlah yang sama banyaknya seperti saat beraktivitas normal sehari-hari. Demikian juga saat cuaca dingin, tubuh membutuhkan air dalam jumlah yang nyaris sama seperti pada cuaca panas.

Tanda-tanda dari dehidrasi adalah rasa haus, air seni sedikit dan pekat, jumlah keringat sedikit, mulut kering, tubuh lemas, hingga kulit yang kehilangan kekenyalannya. Dehidrasi juga dapat menyebabkan tekanan darah menurun, sehingga muncul rasa pusing di kepala ketika berdiri.

Jika dehidrasi semakin berat, dapat memicu penurunan kesadaran sampai kerusakan otak, karena otak adalah organ yang paling sensitif terhadap kekurangan air. Selain itu, kekurangan cairan yang sangat berat menyebabkan kerusakan organ tubuh seperti ginjal dan hati.

Salah satu cara mudah untuk mengetahui status hidrasi seseorang adalah dengan mengecek warna urin yang dikeluarkan. Tingkatan warna urin menunjukkan keadaan dan keseimbangan air dalam tubuh.

Tersedia tabel warna urin yang terdiri dari delapan warna dimulai dari yang berwarna jernih sampai dengan kuning keruh. Bila urin berwarna jernih, menunjukkan status hidrasi tubuh yang baik.

Urin menunjukkan warna orange pekat menunjukkan perlunya tubuh mendapat lebih banyak asupan air segera agar kehilangan cairan tubuh dapat segera diganti dan kondisi cairan tubuh tetap seimbang.

PURI (Periksa Urin SendiRI) telah direkomendasi penggunaannya oleh PDGMI dan dibuat dalam bentuk poster serta stiker. Cara melakukan PURI adalah:

1. Semua jenis urin dapat digunakan, asal bukan urin pagi saat bangun tidur.

2. Paling ideal menggunakan "mid-stream urine" yaitu urin yang keluar di pertengahan  saat kita berkemih.

3. Urin ini ditampung dalam jumlah secukupnya di tempat yang bersih dan berwarna putih/bening, kemudian kita membandingkan warna urin tersebut dengan grafik warna sesuai poster dan stiker yang dibagikan PDGMI.

4. Lakukan perbandingan warna  di bawah sinar lampu neon putih atau sinar matahari. Hindarkan memeriksa urin ini di bawah sinar lampu berwarna kuning atau warna lainnya karena bisa membuat pemeriksaan menjadi bias.

5. Jangan lupa pula, warna urin juga dipengaruhi obat-obatan ataupun diet tertentu. (go4/*****)

IQ Rendah Karena Pestisida

INILAH.COM, California - Pestisida dalam rahim ibu terbukti berpengaruh terhadap IQ anak. Tiga studi telah membuktikannya.

Tiga studi yang dipublikasikan pada Environmental Health Perspectives membuktikan bahwa anak-anak yang keracunan pestisida organofosfat sejak di rahim ibunya, cenderung memiliki kemampuan kognitif dan IQ yang rendah. Namun pestisida jenis ini masih diizinkan dan banyak dipakai di dunia pertanian sekarang.
Para ilmuwan juga mengatakan bahwa temuan pestisida dalam rahim ibu membuat anak-anak mereka cenderung mudah sakit.
Universitas Berkeley California mengadakan studi yang melibatkan ibu-ibu hamil. Para ibu berpartisipasi dalam studi ini saat mereka masih mengandung, hingga anak mereka menginjak usia lima tahun.Saat hamil, ibu-ibu itu diambil sampel urinnya.
Sedangkan anak-anak mereka diuji kemampuan verbalnya, serta kemampuan logika sebab-akibat, memori, dan kemampuan menyerap informasi, saat berusia lima tahun.
Hasilnya, ditemukan bahwa semakin besar kadar organofosfat dalam urin ibu saat mengandung, semakin rendah kemampuan kognitif dan skor IQ anak.
Untuk mencegah hal ini, para peneliti Berkeley menyarankan kita untuk tidak menggunakan pestisida di rumah, serta terbiasa mencuci buah-buahan dan sayur-mayur sebelum dimakan atau dimasak. [mor]

HURUF

mungkin benar aku hanya ingin cerita
karena ada setumpuk rasa yang teronggok mati di sudut hati dan pikiranku akhir-akhir ini.

kutinggalkan jejaring sosial satu itu, mungkin sementara mungkin juga selamanya. entahlah. ada rasa jengah membahas hari esok. biarkan saja begitu. kuberusaha "cuek" (kata andalan seorang kawan).

tampaknya sudah lama aku tak bersua dengan 26 huruf ini.


begitu lama.

ada rindu. sedikit. atau mungkin banyak. mungkin saja.

hey huruf-huruf, kau masih mengenalku?
kuharap kau tak pernah lupa serupa aku yang terlalu angkuh dengan aktifitas fisikku akhir-akhir ini.

huruf, bagaimana kabarmu? apa kau masih menjadi kekasih yang setia bagi kaum penyendiri?
atau telah bergeser menjadi sahabat pelipur lara bagi mereka yang lelah dengan hingar bingarnya?

sepertinya kau semakin sibuk.

apa kau tak lagi mengingatku? 
aku ... si gadis kecil lugu yang menyapamu tiap hari dengan catatan kecil warna hijau tuanya, 
atau ..

siswi berseragam putih-abu yang menghabiskan masa-masa istirahat dengan berbincang panjang lebar denganmu tentang Soe Hok Gie,
tentang Soekarno, 
tentang Hitler, 
tentang Soeharto
dan kecintaannya yang berlebihan akan nasionalisme, emansipasi, pembaharuan, dan hal-hal "wah" lainnya kala itu.
atau ..

ia yang menghabiskan waktu istirahatnya diatas balkon perpustakaan. membaca? bukan. ia tak begitu suka bacaan perpustakaan. ia hanya berdiri, sesekali tersenyum mencermati sekeliling, dan diam. hingga akhirnya jarinya pun menari dengan indah diatas catatan bermotif kotak hijau itu.
ingat? masih belum?

sudahlah .. tak perlu kau paksa, 
karena pemaksaan hanya akan semakin menggerus memorimu tentangku.

kemarin aku bertemu dengan gadis itu, ia menggelengkan kepala sejenak, memejamkan mata, tertunduk.
ternyata pelayaran Columbus benar, bumi memang berputar. putarannya acak. kau bahkan tak tahu disudut berapa dirimu saat ini?

huruf..
sudahlah mungkin kau memang tak perlu mengenalku,
biarakan saja begini. biarkan.

tapi apa kau benar-benar lupa ketika aku merasa rapuh dan larut dalam kekosongan identitas?
masa ketika aku dititik nadir kepercayaan diri. kau lupa?

aku meragu. 



tak perlu kau iyakan, karena hadirmu kala itu sudah lebih dari kata "iya"

Senin, 30 Mei 2011

Taeyeon & The One: Like A Star


just listen it ...

english lyric

Where ever you are hiding
I can find you
If there were no you
If there were no you
…Then my heart would stop
Even if you don’t say “Love”
I can feel with my heart
If you are here
If you are here
I don’t need anything
You’re my everything to me
You’re my everything to me
Please shine like a star in the sky
You are my only love
Forever my only love
We love each other
All I need is you
Can it be compared with anything else
Can it be exchanged with anything else
Your love
Your heart
…Who can replace you
You’re my everything to me
You’re my everything to me
Please shine like a star in the sky
Please shine like a star in the sky
You are my only love
Forever my only love
We love each other
All I need is you
We will never part from each other
Anything that will hurt you
Nothing that will cause tear will happen
You’re my everything to me
You’re my everything to me
Let’s not change
Even as time goes by
You’re my only love
Forever my only love
We love each other
In a place without sadness

Sabtu, 07 Mei 2011

Angka 1


Annyong haseo, all!
selamat datang di blog sederhana yang lebih seperti gambar peta ini. hihi... :)
Sekarang ada bahasan menarik tentang angka satu, ternyata ejaan Indonesia lama menggunakan kata satoe sebelum akhirnya diganti menjadi satu dengan ejaan Soewandi. Hmm... satoe memang sebuah kata yang pasti sangat akrab di telinga kita, tapi yakin deh.. pengetahuan kita tentang angka ini pastinya masih terbatas. Ternyata setelah googling n nyasar di rumah mbah wiki, ketemu deh beragam fakta tentang angka 1.

just check this out :

1 (satu) adalah sebuah angka, sistem bilangan, dan nama dari glyph yang mewakili angka tersebut. Angka ini merupakan bilangan asli setelah 0 dan sebelum 2. Angka ini mewakili hal tunggal. Satu kadang-kadang disebut sebagai tunggal atau unit.
Dalam ilmu pengetahuan




  • Disama-dengankan 'c' atau kecepatan cahaya, dalam notasi Heaviside untuk meringkaskan perhitungan.
  • Faktor dalam rasio untuk konversi unit.
  • Jumlah rasio kepadatan untuk sebuah alam semesta datar.


Sebuah haploid memiliki satu set kromosom di dalam sel nukleusnya.


  
Objek Messier M1, sebuah supernova dengan skala 7.0 dari konstelasi Taurus, juga dikenal dengan nama Nebula Kepiting.Ekspedisi luar angkasa berawak pertama menggunakan STS-1






1 menandakan nada do


  • Orang Yunani Kuno tidak menganggap '1' sebagai angka; mereka menganggapnya sebagai 'unit', angka 2 merupakan angka yang pertama karena mewakili perkalian.
  • Pada zaman modern, '1' melambangkan persatuan, kebersamaan, tidak adanya perbedaan atau diskriminasi, misalnya "Kita adalah satu".
  • Sesuatu disebut unik jika hanya ada satu saja di dunia.
  • Dalam kebudayaan yang berlatar belakang Kristen, seseorang hanya dapat memiliki satu orang pacar saja dan hanya dapat menikah pada satu orang istri/suami saja - ini disebut dengan istilah monogami. Menikah dengan istri/suami lebih dari satu (poligami) biasanya dilarang oleh hukum di dalam kelompok masyarakat ini.
  • Di dalam sistem jam, jam 1:00 menandakan bahwa tepat satu jam telah berlalu sejak tengah malam (tengah malam atau tengah hari pada sistem 12-jam).


  • 1 merupakan nomor regional DVD untuk Amerika Serikat dan Kanada.
  • Di dalam komputer bersistem Windows, tombol F1 biasanya digunakan untuk menampilkan jendela bantuan.
  • Dalam telepon genggam, nomor 1 biasanya digunakan untuk bermacam-macam tanda dalam menulis SMS.
  • 1 merupakan kode telepon negara AS.
  • Dalam ASCII, 1 merupakan karakter kosong yang melambangkan awal tulisan (Start of Heading - SOH).
  • Lebar rel kereta api normal adalah 1 meter.
Semoga bermanfaat, chingu!
regards
eri